HeadlinePenajam

Pemkab PPU Akan Ubah RTRW, 1.000 Ha Lahan Disiapkan Untuk Kawasan Pendidikan

×

Pemkab PPU Akan Ubah RTRW, 1.000 Ha Lahan Disiapkan Untuk Kawasan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Plt Asisten II Setkab PPU, Nicko Herlambang

TITIKNOL.ID, PENAJAM– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan mengajukan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.

Anggaran ini akan digunakan untuk kajian perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Kepala Bagian Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang, Senin (11/7/2022) menjelaskan, perubahan RTRW ini dilakukan untuk menyesuaikan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ia mengungkapkan, perubahan RTRW ini akan dilakukan pada tahun 2023 mendatang. Untuk kajian perubahan RTRW ini lanjutnya, akan melibatkan perguruan tinggi.

Bahkan pihaknya juga sudah melakukan pembicaraan Universitas Gunadarma dan Universitas Parahyangan agar membantu dalam proses penyusunan perubahan RTRW.

“Mereka menyatakan siap membantu untuk perubahan RTRW,” ujarnya.
Perencanaan perubahan RTRW akan diatur secara spesifik kawasan salah satunya kawasan pendidikan. Wacana kawasan pendidikan yang akan ditetapkan ada dua lokasi.

Yakni sisi utara ada di wilayah Kelurahan Maridan dan Kelurahan Riko serta di sisi selatan berada di dekat kantor bupati PPU atau antara Keluahan Nipah-Nipah dengan Kelurahan Lawe-Lawe.

Perencanaan kawasan pendidikan tidak hanya berpatok kepada pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi juga bisa dikembangkan sektor properti dan pengembangan wilayah lainnya.

“Kawasan pendidikan direncanakan antara 500 sampai 1.000 hektare,” bebernya.
Nicko menyatakan, pemerintah daerah perlu melakukan perubahan RTRW untuk menyesuaikan perencanaan pembangunan IKN di Kecamatan Sepaku.

Apabila tidak dilakukan perubahan RTRW, maka akan menyulitkan investor untuk masuk ke Benuo Taka. Karena, RTRW PPU yang ada saat ini didominasi kawasan perkebunan.

“Kalau RTRW tidak dilakukan perubahan, investor sulit masuk. Khususnya sektor properti. Selain itu, kita juga akan kesulitan mensupport pembangunan IKN,” jelasnya. (*)