HeadlineTitiknolKaltara

47 Kg Sabu Gagal Diselundupkan ke Palu, Polda Kaltara Tangkap Tiga Pelaku

×

47 Kg Sabu Gagal Diselundupkan ke Palu, Polda Kaltara Tangkap Tiga Pelaku

Sebarkan artikel ini

Polda Kaltara berhasil mengungkap kasus penyelundupan sabu seberat 47 Kg. Sabu tersebut akan dibawa ke Palu, Sulawesi Tengah

Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya saat menunjukkan sabu seberat 47 kilogram di Mapolda Kaltara, Kamis (21/7). Sabu ini akan diselundupkan ke Palu

TITIKNOL.ID,TANJUNG SELOR– Polda Kalimantan Utara kembali mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu.

Kali ini barang bukti cukup banyak karena mencapai 47 kilogram.

Rencananya, barang haram itu akan dikirim ke Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polda Kaltara juga berhasil menangkap tiga pelaku yakni Ialah IH (32).

Warga Jalan Sei Fatimah, Kecamatan Nunukan, berperan sebagai aktor, mengatur perjalanan kurir dan memastikan sabu sampai tujuan.

Kemudian ND (38) warga Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, berdomisili di Tawau, Malaysia berperan sebagai kurir yang mengantar barang bukti sabu dari Tawau ke dermaga Bambangan, Sebatik.

Kemudian pelaku AA (44), kurir yang akan bertugas membawa paket sabut tersebut dari Nunukan ke Pare-Pare via jalur laut, dengan tujuan akhir Palu, Sulawesi Tengah.

Ketiganya diamankan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan pada Rabu (20/7).

Persisnya pada pukul 10.45 Wita di patok 3 perbatasan Indonesia-Malaysia, Kelurahan Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah.

Kamis (21/7), ketiga tersangka kemudian digelandang ke Tanjung Selor dan tiba di Mapolda Kaltara pukul 16.40 Wita.

Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya di hadapan awak media di Mapolda, Kamis (21/7) menjelaskan, pelaku IH dan ND mendapat tawaran dari seseorang berinisial EZ, warga Malaysia yang berada di Tawau.

Ia diminta untuk mengantarkan paket berisi narkotika masuk dari Tawau, hingga ke Bambangan, Sebatik dan akan berlanjut ke Palu menggunakan kapal Pelni.

Barang bukti belum sampai ke tujuan (Palu), pergerakan ketiganya terendus tim gabungan Polda Kaltara, Polres Nunukan, dan Polsek Sebatik Timur.

“Aksi ketiganya berhasil diungkap tim gabungan. Pelaku ND ditangkap sesaat setelah memasuki wilayah Indonesia melalui jalur lintas batas tradisional Indonesia-Malaysia, tepatnya di titik patok 3 (tiga) batas dua negara,” jelas Kapolda.

Baca Juga:   Polres PPU Gelar Giat Vaksin Besok, Cek Lokasi dan Jadwalnya

ND menyusup ke wilayah Indonesia membawa 5 karung berisi sabu-sabu. Untuk mengelabui petugas, ND menyisipkan gandum kemasan dan produk minuman ‘Milo’ di atas tumpukan sabu yang dibungkus kemasan teh tarik China merk ‘Daguanyin’.

“Awalnya (ND) mengaku isi karung adalah sembako. Jadi seolah-olah isi karung tersebut adalah barang bawaan biasa. Ternyata berisi sabu. Dan dari hasil pengembangan, diamankan dua pelaku lain yaitu IH dan AA,” ujarnya.

Adapun ketiga pelaku belum mengetahui secara pasti orang yang akan menerima paket sabu tersebut di Palu.

“Akan tetapi, kita amankan duluan sebelum dikirim ke Palu. Rencananya, setelah dekat Palu, baru akan diberikan nomor ponsel penerima paket sabu,” ujarnya.

Kapolda bilang, dalam proses penyelundupan narkotika ini, ketiganya dijanjikan bayaran 500 ribu Ringgit Malaysia atau setara dengan Rp 1,65 miliar yang rencana dibayar setelah narkotika tiba di Palu.

“Ini belum dibayar nih. Tapi sudah ada janji dan uang muka di depan 10 juta Rupiah,” sebut Daniel.

Ketiga tersangka terancam 5 tahun bui, maksimal hukuman mati. Penyidik menjerat mereka Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Meski dikirim dari Malaysia, penyidik Polda Kaltara belum memastikan sabu 47 kg tersebut diproduksi di Tawau.

“Kami akan bekerja sama dengan kepolisian Malaysia, bekerja sama interpol untuk memburu pemilik sabu ini,” tutur Kapolda. (*)