TitiknolKaltara

Gubernur Kaltara Sebut 62 Sekolah Sudah Terapkan Implementasi Kurikulum Merdeka

×

Gubernur Kaltara Sebut 62 Sekolah Sudah Terapkan Implementasi Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini

Sebanyak 62 sekolah yakni 40 SMA, 19 SMK, dan 3 SLB sudah menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Kalimantan Utara.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang saat menerima kunjungan Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikdasmen Kemendikbudristek, Sutanto. TITIKNOL.ID/HO

TITIKNOL.ID,TANJUNG SELOR– Sebanyak 62 sekolah yakni 40 SMA, 19 SMK, dan 3 SLB sudah menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Kalimantan Utara.

Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang mengatakan, persentase kategori Mandiri Belajar 40,32 persen, Mandiri Berubah 58,06 persen, dan Mandiri Berbagi 1,61 persen

Di depan Sekretaris Ditjen PAUD dan Dikdasmen Kemendikbudristek, Sutanto, Zainal Paliwang menyebut Kalimantan Utara telah melakukan upaya percepatan penerapan IKM, dengan melakukan pengimbasan oleh Sekolah Penggerak ke sekolah-sekolah yang belum melaksanakan IKM.

Hal lainnya, juga bekerja sama dengan pengawas sekolah untuk mendorong guru-guru agar mengikuti program Guru Penggerak.

Untuk diketahui, Kurikulum Merdeka diluncurkan Mendikbudristek Dikti Nadiem Makarim pada Februari 2022 sebagai salah satu program Merdeka Belajar. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Kurikulum Merdeka berfokus pada materi yang esensial dan pada pengembangan karakter profil pelajar Pancasila.

“Inti dari Kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar. Konsep ini, dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing,” ujarnya seperti release yang diterima Titiknol.Id, Kamis (28/7/2022).

Kunjungan Sutanto diharapkan Gubernur bisa memberikan penjelasan ke masyarakat terkait Kurikulum Merdeka.

“Kita juga ingin memperkuat sinergi dan dukungan pemerintah daerah kepada sekolah yang menerapkan IKM secara mandiri.

Dengan begitu pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa mengajak guru dan kepala sekolah memanfaatkan platform Merdeka Mengajar dan komunitas belajar untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka,” ujarnya. (*)