BulunganTitiknolKaltara

BPJS-Ane’ Belungon Teken MoU, Akhirnya Pekerja Sosial Dilindungi Risiko Kecelakaan dan Kematian

×

BPJS-Ane’ Belungon Teken MoU, Akhirnya Pekerja Sosial Dilindungi Risiko Kecelakaan dan Kematian

Sebarkan artikel ini
Pengurus Forum Komunikasi Ane' Belungon menyerahkan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada salah satu imam masjid, disaksikan Kepala BPJS Cabang Tarakan di Situs Rumah Raya, Tanjung Palas, Bulungan, Jumat (28/10). MUHAMMAD WIL

TITIKNOL.ID, BULUNGAN – Sebanyak 83 orang warga pekerja sosial di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara) mendapatkan jaminan perlindungan dari Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. 

“Jaminan perlindungan ini hasil kerja sama Forum Komunikasi Ane’ Belungon (FKAB) Provinsi Kaltara, ditandai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan dengan FKAB Kaltara,” kata Armansyah, Ketua Umum FKAB Kaltara, Jumat 28 Oktober 2022.

Penandatanganan sekaligus penyerahan kartu BPJS Ketenagakerjaan itu dilaksanakan di situs Rumah Raya, Tanjung Palas, Bulungan, Jumat sore. 

Pekerja sosial yang mendapatkan jaminan perlindungan antara lain imam masjid, marbot, petugas fardu kifayah, dan warga berusia senja lainnya. 

FKAB ialah organisasi masyarakat/yayasan yang menghimpun masyarakat etnis Bulungan bergerak untuk memajukan pendidikan, kesehatan, dan sosial ekonomi warganya. 

“Jika sakit atau mengalami kecelakaan kerja bisa diinfokan BPJS Ketenagakerjaan. Jika meninggal dunia, ahli waris akan dapat dana cash,” kata Armansyah.

Di Kaltara, baru organisasi paguyuban FKAB yang menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memberi jaminan perlindungan kepada warganya. 

“Komunitas adat, paguyuban yang menggandeng kami (BPJS Ketenagakerjaan) baru FKAB, baru Bulungan ini,” kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tarakan, Rina Umar. 

Dengan kerja sama ini, pekerja sosial mendapatkan jaminan perlindungan berupa risiko kecelakaan kerja dan risiko kematian. 

“Bapak imam masjid misalnya berangkat ke masjid. Tiba-tiba di perjalanan mengalami kecelakaan. Maka semua biaya pengobatan di rumah sakit akan ditanggung BPJS tanpa batasan maksimal,” ujar Rina. 

Manfaat lainnya yang didapatkan ialah jaminan pendidikan ahli waris. Bagi yang meninggal, ahli warisnya mendapatkan manfaat beasiswa, khusus bagi 2 orang anak. 

“Pendidikan TK kami berikan beasiswa Rp 1,5 juta. SD Rp 1,5 juta per tahun. SMP Rp 2 juta per tahun. SMA Rp 3 juta per tahun. Dam Kuliah Rp 15 juta per tahun. Beasiswa ini diberikan sampai lulus tiap jenjang,” papar Rina.  

Baca Juga:   KKM Bone Satukan Niat Berkontribusi untuk Bulungan dan Kaltara

Ke depan, FKAB diharapkan memfasilitasi lebih luas warganya, seperti nelayan dan motoris speedboat dan atau motoris angkutan perahu tradisional.

“Secara perorangan juga mereka membutuhkan perlindungan. Mereka juga punya risiko kecelakaan kerja tetapi kemampuan finansial dirinya tidak memungkinkan,” ujarnya. 

Adapun iuran wajib BPJS Ketenagakerjaan warga FKAB ditanggung oleh organisasi FKAB bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan. 

Ketua Dewan Pembina FKAB Provinsi Kaltara Datu Iman Suramenggala mengungkapkan FKAB telah berdiri kurang lebih tiga tahun.

Sejauh ini FKAB fokus menghimpun kembali warga etnis Bulungan yang tersebar di berbagai daerah di Kaltara dalam rangka membangun dan membantu memajukan pendidikan, sosial, dan kesehatannya.

“Orang Bulungan tidak perlu mencari identitas. Karena Kaltara asalnya adalah Bulungan. Dan asal Bulungan dari warga Bulungan. Jadi kita ditakdirkan Allah menjadi khalifah di Kaltara,” ujarnya. *