Advertorial

Komisi I DPRD Samarinda Sebut Saatnya Polri Kembalikan Citra Baik ke Masyarakat

×

Komisi I DPRD Samarinda Sebut Saatnya Polri Kembalikan Citra Baik ke Masyarakat

Sebarkan artikel ini

pengungkapan kasus penimbunan BBM bersubsidi jenis solar oleh Polresta Samarinda adalah momen Polri mengembalikan citra kepada masyarakat.

Anggota DPRD Samarinda Joni Sinatra Ginting. TITIKNOL.ID.HO

TITIKNOL.ID,SAMARINDA– Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting mengatakan, pengungkapan kasus penimbunan BBM bersubsidi jenis solar oleh Polresta Samarinda adalah momen Polri mengembalikan citra kepada masyarakat.

“Dan sekarang ini adalah saatnya menunjukan citra Polri kepada masyarakat dan harus dikembalikan seperti semula. Ini (ungkapan kasus gudang solar) bisa menjadi contohnya (untuk pemulihan citra baik polri di Samarinda),” tegas Joni, Rabu (2/11/2022).

Keseriusan Polri, khususnya untuk di wilayah Samarinda tentu dipertaruhkan dalam pengembangan kasus pengetap dan gudang penimbun solar bersubsidi di Kota Tepian.

“Kalau saya lihat ini hanya semacam lingkaran ya kasusnya. Saya engga tau pastinya, apakah ada indikasi dari pihak tertentu yang melindungi atau tidak, tapi yang jelas dengan gebrakan seperti ini Polri harus menunjukan komitmennya. Jangan tebang pilih, harus semuanya diberantas,” tambahnya.

Dengan adanya dugaan yang telah disebutkan Joni, maka dia kembali menekankan dan berharap pihak kepolisian terus serius mengungkap kejahatan serupa.

Khususnya terkait pengetapan atau penimbunan BBM bersubsidi.

“Ini saatnya menunjukan dan jangan lagi ada yang ditutup-tutupin. Yang selama ini dibacking oknum-oknum aparat, saya tidak menunjuk siapa, tapi saya yakin tidak semua (polisi) begitu, dan ini adalah saatnya,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pengungkapan kasus itu dilakukan oleh jajaran Unit Ekonomi Khusus (Eksus) Satreskrim Polresta Samarinda dengan menetapkan Andrie (40), Fahrid Tri (30), M Rizky Septian (27), Bambang Irwanto (47) dan Yudha Dwi Chandra (25) sebagai tersangka.

Dari lima tersangka, Andre diketahui berperan sebagai pemilik gudang timbunan solar yang berada di sebuah perumahan PU, Kelurahan Baqa, Kecamatan Samarinda Seberang.

Sedangkan empat lainnya adalah pengemudi truk dengan tangki modif yang bertugas untuk mengatre mendapatkan solar subsidi.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Tawarkan Peluang Investasi di IKN Nusantara ke Pengusaha Jepang

Dari tangan kelima pelaku polisi mengamankan 645 liter solar subsidi.(advertorial)