Samarinda

Walikota Samarinda Rencana Naikkan TPP Guru dan Tunjangan Nakes dan Petugas Kebersihan

×

Walikota Samarinda Rencana Naikkan TPP Guru dan Tunjangan Nakes dan Petugas Kebersihan

Sebarkan artikel ini

Bukan hanya guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menerima Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP), namun juga termasuk guru ASN

Walikota Samarinda Andi Harun

TITIKNOL.ID,SAMARINDA– Bukan hanya guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menerima Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP), namun juga termasuk guru ASN.

Selain itu tenaga perawat, pegawai pemerintah non asn yang berbasis resiko seperti petugas kebersihan, Damkar, Dinas Perhubungan juga akan menerima hal serupa.

Dalam sidang Paripurna DPRD Samarinda pada Senin (21/11/2022), Wali Kota Samarinda Andi Harun berwacana, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan menaikkan Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) guru pada 2023 mendatang.

Dalam kesempatan itu Wali Kota berharap mendapat dukungan dan kerja sama dari legislatif.

Tak hanya guru, rencananya peningkatan TPP juga akan dilakukan untuk tenaga medis dan petugas kebersihan. “Kami berharap dukungan dan kerja sama, untuk beberapa profesi tadi kita perjuangkan,” tegasnya.

Andi menyebut, telah menyampaikan kepada Seketaris Daerah (Sekda) Samarinda terkait penghasilan tambahan yang diterima oleh para guru.

Sudah cukup lama para guru menerima TPP yang jumlahnya kecil dan waktunya untuk ditingkatkan. Dia berencana, akan meningkatkan TPP sedikit demi sedikit setiap tahun. Sesuai dengan kemampuan keuangan daerah

Selanjutnya hal tersebut akan dituangkan ke dalam bentuk peraturan wali kota (Perwali). Pasalnya selama ini di Samarinda belum ada pembentukan Perwali Kemampuan Keuangan Daerah (KKD). “Padahal itu kewajiban dari undang-undang,” ungkapnya.

AH biasa Andi Harun disapa, mengajak seluruh Anggota DPRD Samarinda untuk sama-sama mengetahui kemampuan keuangan daerah dilaksanakan harus secara objektif yang berdasarkan perhitungan secara sistematis.

Saat ini sudah tahap final menyusun kriteria penerimaan tunjangan.

“Mungkin kita akan menerima kritikan tapi saya sampaikan tidak apa-apa, yang pada akhirnya kawan-kawan guru menerima tunjangan,” tagasnya.

Dijelaskan AH, itu semua untuk menjaga agar suatu hari pemberi dan penerima tidak berpotensi akan berisiko hukum.

Baca Juga:   Walikota Andi Harun Harap Polresta Samarinda Bisa Jadi Sahabat dan Pengayom Masyarakat

“Jika kriteria telah selesai, maka semua upaya hati-hati akan selesai dan terhindar dari potensi hukum. Saat ini kami sedang memikirkan menaikkan tunjangan TPP guru pada tahun 2023,” pungkasnya. (*)