TitiknolKaltara

Pengisian Direksi 4 Anak Usaha Holding MKJ masih Teka-teki

×

Pengisian Direksi 4 Anak Usaha Holding MKJ masih Teka-teki

Sebarkan artikel ini
Anjungan lepas pantai. HO

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Empat anak perusahaan dari holding perusahaan perseroan daerah (PPD/BUMD) Pemprov Kaltara yaitu PT Migas Kaltara Jaya (MKJ) sudah terbentuk.

Empat perusahaan itu masing-masing bakal ikut dalam pengelolaan Wilayah Kerja (WK) migas yang digarap oleh Kontraktor Kontrak Kerja Saja (KKKS) tiap WK yakni WK Nunukan, WK Tarakan, WK Tarakan Offshore, dan WK Sei Manggaris.

“Empat anak perusahaan sudah terbentuk. Hanya saja sekarang menunggu pengurusnya. Untuk nama dan persyaratan administrasinya sudah selesai. Tinggal nama pengurusnya siapa saja. Karena anak PPD ini kewenangan dari BUMD, tetapi tentunya mendapat persetujuan dari pemegang saham (Pemprov Kaltara),” tutur Poniti, Direktur Utama PT MKJ kepada Titiknol.id saat disua di gubernuran, Jumat 27 Februari 2023.

Poniti membocorkan empat anak usaha itu masing-masing PT Migas Kaltara Jaya Nunukan (MKJN), PT Migas Kaltara Jaya Tarakan (MKJT), PT Migas Kaltara Jaya Tarakan Offshore (MKJTO), dan PT Migas Kaltara Jaya Sei Menggaris (MKJSM).

Dirut PT Migas Kaltara Jaya, Poniti. TITIKNOL.ID

Perihal pengisian jajaran direksi empat anak perusahaan itu, PT MKJ sebagai holding menunggu arahan pemegang saham, dalam hal ini Pemprov Kaltara.

“Kita menunggu arahan dari pemprov. Kalau sesuai aturan, sesuai perda dan pergub yang ada, holding diberikan kewenangan menunjuk pengurus di anak perusahaan dan membentuk anak perusahaannya. Tetapi kan ini holding-nya adalah MKJ, MKJ harus mendapatkan keputusan RUPS juga,” tutur Poniti.

Ia menyebut kemungkinan tiga WK sudah dapat memberi pundi-pundi pendapatan asli daerah (PAD) bagi Pemprov Kaltara di 2023.

“Yang sekarang yang berproses WK Tarakan dan WK produktif (WK Tarakan Offshore dan WK Sei Manggaris). Di tahun 2023 ini PAD sudah bisa dicatatkan. Berapa yang akan kita dapat, sudah terlihat karena sudah produksi dari tahun 2022,” ujarnya.

Baca Juga:   Penerjun Elite TNI AU Hiasi Langit Ibu Kota Kaltara

Adapun WK Nunukan diperkirakan akan menghasil pemasukan kepada kas daerah dari pengelolaan dengan PT Pertamina Hulu Energi Nunukan COmpany (PHENC) pada 2025 nanti.

“Mereka (KKKS PHENC) sudah melakukan eksploitasi, tetapi belum menjual gas yang ada di sana. Target mereka melakukan penjualan di tahun 2025,” ungkap Poniti. M04