Advertorial

Pemkot Saring Pendamping “Probebaya”, 259 Orang Jalani Tes Wawancara

×

Pemkot Saring Pendamping “Probebaya”, 259 Orang Jalani Tes Wawancara

Sebarkan artikel ini

Sejumlah calon Tenaga Pendamping Probebaya (TPP) menunggu giliran mengikuti tes wawancara.

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Sebanyak 259 orang calon Tenaga Pendamping Probebaya (TPP) mengikuti tes wawancara sejak Rabu (15/2/2023) di Kantor BKPSDM dan Kantor Inspektorat Daerah Kota Samarinda.

Wawancara ini akan digealr hingga Jumat (17/2/2023). Dari 259 orang , 74 orang di antarannya calon TPP kegiatan infrastruktur, dan 185 orang lainnya calon TPP untuk kegiatan non infrastruktur.

“Kita butuhkan 85 TPP, masing-masing 25 TPP infrastruktur dan 60 TPP non infrastruktur. Makanya kita lakukan seleksi,” ucap Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Samarinda, Imam Gunadi.

Ia menerangkan, 259 orang tersebut merupakan peserta yang dinyatakan lulus Computer Assisted Test (CAT) beberapa waktu lalu. Saat itu, sebanyak 468 orang yang dinyatakan memenuhi syarat dan lulus seleksi berkas, sehingga diundang mengikuti CAT.

Dari 468 itu, hanya 327 orang yang hadir. Sementara 141 orang yang lainnya tidak hadir. Sedangkan 68 orang tidak lulus seleksi CAT.

Tes wawancara tersebut melibatkan sejumlah unsur terkait di lingkungan Pemkot Samarinda. Juga ada Tim Wali Kota untuk Akselerasi Perubahan (TWAP), serta perwakilan akademisi. 

Materi wawancara terkait motivasi menjadi TPP, pengetahuan seputar Propebaya, serta tugas-tugas yang akan dilaksanakaan nanti. Terutama realisasi program baik infrasatruktur maupun non infrastruktur.

“Awal Maret sudah kita umumkan 85 orang yang lulus seleksi. Selanjutnya langsung kita beri pembekalan sebelum mereka bertugas. Maret nanti kita berharap mereka sudah bisa bertugas,” pungkas Imam. 

Probebaya adalah program unggulan Pemkot Samarinda. Program ini bergerak pada pemberdayaan masyarakat. Pro artinya program, sedangkan Bebaya adalah bersama-sama.

Probebaya merupakan program percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berbasis kewilayahan di tingkat RT.

Baca Juga:   Walikota Samarinda Andi Harun Sebut Dapat Proyek tak Lagi Harus Dekat Dengan Pejabat

Program ini juga merupakan tindak lanjut Permendagri Nomor 130 Tahun 2018 yang telah diterapkan oleh Pemkot Samarinda sampai tingkat kelurahan sejak beberapa tahun lalu. (dsk/red/adv)