PenajamTitiknolKaltim

Kepala DP3AP2KB Dilantik, Mudyat Soroti Stunting dan Masalah Remaja

6
×

Kepala DP3AP2KB Dilantik, Mudyat Soroti Stunting dan Masalah Remaja

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor resmi melantik dr Jansje Grace Maki surat sebagai kepala dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana, Senin (30/3/2026).

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor resmi melantik dr. Jansje Grace Makisurat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Senin (30/3/2026).

Pelantikan di ruang kerja bupati itu dihadiri jajaran pejabat inti Pemkab PPU.

Lewat pergantian tersebut, Mudyat langsung menyoroti penanganan persoalan sosial yang dinilai mendesak, utamanya stunting.

Ia menegaskan, DP3AP2KB memegang peran kunci dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM). Isu stunting, kata dia hingga kini belum tuntas dan kerap mendapat atensi dari tingkat provinsi.

“Ini bukan isu biasa. Kita beberapa kali diingatkan. Artinya penanganannya harus lebih serius dan terintegrasi,” tegasnya.

Menurut dia, Intervensi harus dimulai sejak perencanaan keluarga, kesehatan ibu, hingga tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan.

“Penangannya tak bisa setengah-setengah. Ini menyangkut kualitas sumber daya manusia kita ke depan yang harus dimulai dari sebelum kelahiran sampai pada masa pertumbuhan anak,” katanya.

Tantangan besar lainnya, lanjut Mudyat, Pemda juga dihadapkan pada persoalan sosial remaja hingga fenomena anak usia sekolah yang memilih bekerja.

Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat peningkatan kualitas SDM, terlebih di tengah geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kalau tidak kita siapkan dari sekarang, kita bisa tertinggal di daerah sendiri,” ujarnya.

Ia meminta pejabat yang baru dilantik segera bekerja cepat, memperkuat kolaborasi lintas sektor, dan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Melalui kepemimpinan baru ini, mudahan program-program yang dijalankan dapat lebih konkret dan berdampak di lapangan,” pungkasnya.

(TN01)