Olahraga

Borneo FC Tantang Persebaya, Pieter Huistra Pantang Jemawa

362
×

Borneo FC Tantang Persebaya, Pieter Huistra Pantang Jemawa

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID – Skuad Borneo FC Samarinda akan bertolak ke Surabaya pada Kamis (19/12/2024) untuk menghadapi tuan rumah Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga 1 pekan ke-16.

Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/12/2024) di Stadion Gelora Bung Tomo.

Berbekal kemenangan impresif pekan lalu atas Madura United dengan skor 5-0, tim berjuluk Pesut Etam ini memiliki motivasi dan kepercayaan diri tinggi.

Mereka berharap dapat melanjutkan tren positif hingga akhir putaran pertama musim ini.

Namun, menghadapi Bajul Ijo yang saat ini memimpin klasemen sementara Liga 1 bukanlah perkara mudah.

Kepala Pelatih Borneo FC, Pieter Huistra, menyatakan bahwa meski optimis, ia tetap berhati-hati dalam membuat prediksi untuk laga nanti.

“Saya telah cukup lama menjadi pelatih dan harus berhati-hati karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam satu atau dua hari ke depan,” ujar Pieter.

Pelatih asal Belanda itu menjelaskan, berbagai kemungkinan bisa memengaruhi persiapan tim, seperti cedera pemain saat latihan atau masalah pribadi yang dialami pemain.

Situasi ini membuatnya sulit untuk menentukan susunan pemain utama sejak dini.

“Seseorang bisa saja sakit, merasa tidak enak, atau menghadapi masalah keluarga. Jadi, saya harus fleksibel dalam menentukan 11 pemain pertama,” tambahnya.

Meskipun begitu, Pieter memastikan timnya telah diberi porsi latihan yang optimal untuk menghadapi Persebaya.

Dia juga menekankan bahwa Borneo FC akan tampil maksimal dan berusaha mencuri poin penuh di kandang lawan.

“Bagusnya, kami tidak memiliki pemain yang terkena akumulasi kartu untuk pertandingan ini. Jadi, ini akan menjadi laga besar bagi kami dan juga Persebaya,” tutup Pieter.

Dengan performa solid di pertandingan sebelumnya, Borneo FC diharapkan mampu memberikan perlawanan sengit kepada Persebaya, meskipun tekanan dari pendukung tuan rumah diprediksi akan menjadi tantangan tambahan. (*)