Nasional

Perumda Danum Taka Respon Cepat Aduan Warga Soal Lonjakan Pembayaran

372
×

Perumda Danum Taka Respon Cepat Aduan Warga Soal Lonjakan Pembayaran

Sebarkan artikel ini
Direktur Perumda Danum Taka PPU, Abdul Rasyid

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka menerima komplain seorang warga atas lonjakan pembayaran air yang tidak wajar.

Tagihan air yang mulanya hanya ratusan ribu, tiba tiba meningkat tajam menjadi jutaan.

Direktur Perumda Danum Taka PPU, Abdul Rasyid mengungkapkan, tagihan yang tidak sesuai atau membengkak ini disebabkan oleh dua hal.

Pertama, karena adanya perilaku perubahan penggunaan air bersih, dalam artian konsumsi air yang berlebihan.

Kedua, karena kebocoran pada pipa air setelah water meter yang menyebabkan meteran mencatat angka pemakaian air lebih besar dari seharusnya.

“Untuk mengklarifikasi hal tersebut, kita datangi rumah warga untuk melakukan pengecekan,” ucap Abdul Rasyid, Minggu (16/2/2025).

Berdasarkan laporan yang ia terima, warga yang biasa membayar sebesar Rp250 ribu tiap bulan, kini melonjak mencapai Rp1,5 juta di bulan berikutnya.

“Tidak ada kegiatan khusus, pemakaian airnya normal saja, tidak berubah. Ternyata, masalah tersebut ada pada kebocoran pipa yang mengalir secara tidak terkendali ke dalam tanah,” ungkap Rasyid.

Menanggapi hal ini, Perumda Danum Taka melakukan penyesuaian tagihan agar tidak memberatkan pelanggan.

“Umumnya yang seperti ini, kita bantu dengan pengurangan pastinya,” ucap Rasyid.

Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan air secara bijak.

“Ada pada ketentuan kami, bahwa satu orang dapat menggunakan air sebanyak 60 liter per hari. Tetapi nyatanya, ditemukan masih banyak masyarakat yang melanggar penggunannya mencapai 120 liter per hari lantaran tarifnya dianggap murah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pihaknya bukan malah senang ketika penggunan tersebut tinggi. Ia bahkan tidak menyarankan pemakaian yang menghambur-hamburkan air tersebut, karena hitungannya akan progresif.

“Jika sebelumnya pelanggan memakai 50 kubik air dalam satu bulan, kemudian bulan berikutnya naik menjadi 200 kubik, pasti kita datangi rumahnya untuk memeriksa apakah penggunaannya memang sebanyak itu, jika tidak, kami akan periksa sistemnya,” kata Rasyid.

Baca Juga:   Resep Perkedel Kentang Special Praktis dan Enak, Menu Sahur yang Kaya Sumber Energi

Secara tegas, ia meminta kepada masyarakat yang memiliki keluhan terhadap persoalan air bersih, mereka dapat langsung mendatangi kantornya.

“Jika masyarakat mengalami masalah terkait air bersih, seperti pembayaran melonjak ini, tidak ada perilaku perubahan penggunaan air tetapi ditemukan kebocoran di bawah tanah, pasti kita segera tindak lanjuti,” pungkasnya. (TN01)