BalikpapanTitiknolKaltim

Logam Emas Sampai Tarif Listrik Dorong Inflasi Balikpapan pada April 2025

427
×

Logam Emas Sampai Tarif Listrik Dorong Inflasi Balikpapan pada April 2025

Sebarkan artikel ini
INFLASI BALIKPAPAN 2025 - Tarif listrik dan logam emas jadi pendorong inflasi di Balikpapan, Kalimantan Timur. Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan pada April 2025 mengalami inflasi sebesar 0,69 persen. Sedangkan secara tahunan, IHK Kota Balikpapan mencatat inflasi sebesar 1,51 persen. (Meta Ai)

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan pada April 2025 mengalami inflasi sebesar 0,69 persen (mtm). 

Sedangkan secara tahunan, IHK Kota Balikpapan mencatat inflasi sebesar 1,51 persen (yoy). 

Angka ini lebih rendah dibandingkan secara masional yang tercatat mengalami inflasi sebesar 1,95 persen (yoy) dan gabungan 4 Kota di Provinsi Kalimantan Timur yang tercatat inflasi 1,57 persen (yoy).

Kepala Perwakilan BI Balikpapan, Robi Ariadi mengatakan, terdapat sejumlah komoditas penyumbang inflasi tertinggi di koya Balikpapan pada April 2025. 

Di antaranya, kenaikan harga emas yang sejalan dengan tren peningkatan harga emas global pada bulan April 2025. 

“Bahkan, harga emas juga telah mencapai titik tertinggi, sebesar Rp 1.903.100,” jelasnya, Kamis (8/5/2025). 

Selain itu, kenaikan tarif listrik juga cukup mempengaruhi inflasi.

Seiring dengan berakhirnya kebijakan pemerintah memberikan diskon sebesar 50 persen untuk pelanggan dengan daya 2.200 VA ke bawah. Kebijakan ini berakhir pada Februari 2025 dan kembali normal sejak Maret 2025 

“Pembayaran pada bulan April untuk pelanggan pasca bayar,” ujarnya. .

Tak hanya itu, kenaikan harga komoditas sawi hijau juga mempengaruhi Inflasi. Hal ini disebabkan terbatasnya produksi dan meningkatnya biaya produksi.

Termasuk juga, dipicu oleh peningkatan frekuensi curah hujan di tengah permintaan yang kuat.

Berdasarkan info dari Dinas Pertanian, periode April-Mei memang merupakan periode hujan.

“Sehingga produksi hortikultura (sayuran dan bumbu-buan) akan menurun,” ungkapnya. 

Kenaikan harga ikan layang disebabkan oleh hasil tangkapan yang menurun juga memicu inflasi.

Hal ini juga disebabkan belum masuknya periode musim ikan plagis (ikan permukaan, termasuk layang), di tengah permintaan yang tetap kuat. 

“Secara historis berdasarkan info dari Dinas Perikanan, ketersediaan ikan layang akan mulai meningkat pada periode Mei-Agustus,” tuturnya. 

Baca Juga:   Kilang Balikpapan Indonesia Terbakar, Jalan Yos Sudarso Ditutup

Tak cukup sampai disitu, kenaikan BBRT (gas LPG) juga menyebabkan inflasi.

Disinyalir, hal ini disebabkan pedagang pengecer yang menaikkan harga, baik untuk LPG bersubsidi maupun non-subsidi seiring ketersediaan pasokan yang terbatas. 

Kebutuhan LPG bersubsidi di Balikpapan mencapai 30.000 metrik ton per tahun.

“Pertamina terus berupaya untuk dapat mendorong pemenuhan kebutuhan ini,” bebernya. (*)