TITIKNOL.ID – Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, resmi memanggil 32 pemain untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) di Bali mulai Senin, 26 Mei 2025.
Jumlah ini meningkat dibanding pemanggilan sebelumnya yang hanya berjumlah 29 pemain.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menyebut banyaknya pemain yang dipanggil merupakan hasil evaluasi tim pelatih setelah memantau performa pemain di Liga 1 2024/2025.
Menurutnya, awalnya hanya 28 pemain yang akan dipanggil, namun hasil pantauan membuat jumlah itu ditambah menjadi 32.
“Coach Kluivert bersama coach Denny Landzaat dan coach Alex Pastoor memutuskan menambah nama berdasarkan hasil pemantauan langsung maupun melalui siaran pertandingan Liga 1,” ungkap Sumardji dalam wawancara live di Kompas TV.
Dari total pemain yang dipanggil, sebanyak 11 di antaranya berasal dari klub Liga 1.
Nama-nama itu antara lain Ernando Ari, Reza Arya, Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Ricky Kambuaya, Yakob dan Yance Sayuri, Septian Bagaskara, Ramadhan Sananta, Stefano Lilipaly, serta Egy Maulana Vikri.
Sumardji menjelaskan, keputusan memanggil lebih banyak pemain bertujuan menciptakan persaingan sehat di tim nasional.
Pemain dari Liga 1 akan bersaing dengan pemain abroad untuk memikat perhatian pelatih asal Belanda tersebut.
“Jumlah pemain yang banyak akan memudahkan pelatih memilih siapa yang paling siap untuk masuk dalam skuad final berjumlah 23 orang,” tambahnya.
Pemusatan latihan akan digelar hingga 31 Mei 2025 di Bali, sebelum skuad Garuda kembali ke Jakarta untuk laga penting melawan China pada Kamis, 5 Juni 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.
Laga melawan China merupakan pertandingan ke-9 timnas Indonesia di Grup C, Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Setelah itu, Indonesia akan menghadapi Jepang di laga pamungkas grup pada 10 Juni 2025 di Stadion Panasonic Suita, Osaka.
Tim pelatih akan memanfaatkan TC ini untuk menyeleksi pemain terbaik. Hanya 23 nama yang akan masuk dalam daftar resmi skuad timnas Indonesia menghadapi dua laga krusial tersebut. (*)












