Nasional

Libur Lebaran Idul Adha 2025 Berapa Hari? Simak Juga Daftar Puasa yang Dilakukan sebelum Hari Raya Kurban

478
×

Libur Lebaran Idul Adha 2025 Berapa Hari? Simak Juga Daftar Puasa yang Dilakukan sebelum Hari Raya Kurban

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Idul Adha. Libur Lebaran Idul Adha 2025 berapa hari? Simak ulasan berikut ini, ada juga penjelasan soal puasa apa saja yang bisa dilakukan sebelum Hari Raya Kurban.(Freepik)

TITIKNOL.ID – Pemerintah Indonesia telah menetapkan libur nasional untuk Idul Adha 2025 atau 1446 hijriah.

Penetapan itu melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara serta Reformasi Birokrasi.

Lantas, berapa hari libur Idul Adha 2025?

Libur Idul Adha akan jatuh pada hari Jumat (6/6/2025) yang ditandai dengan tanggal merah pada kalender nasional.

Selain itu, pemerintah juga menetapkan cuti bersama Idul Adha pada Senin (9/6/2025).

Berbeda dengan libur nasional, cuti bersama ini akan mengurangi hak cuti tahunan bagi pegawai swasta.

Artinya, cuti bersama berdekatan dengan libur nasional dan akhir pekan.

Masyarakat berpeluang menikmati libur panjang atau long weekend pada tanggal 6-9 Juni 2025.

Puasa sebelum Idul Adha

Puasa sebelum Idul Adha adalah amalan yang mulia apabila dikerjakan.

Puasa ini dilakukan pada 10 hari di bulan pertama Dzulhijjah.

Dikutip dari baznas.go.id, setidaknya ada tiga macam puasa yang dilakukan sebelum Idul Adha, yaitu sebagai berikut:

1. Puasa Dzulhijjah

Puasa ini dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, tepatnya pada tanggal 1-7 Dzulhijjah. Disebutkan dalam hadits yang berasal dari Ibnu Umar Ra tentang keutamaan puasa Dzulhijjah.

Rasulullah Saw bersabda: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya dari pada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR. Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

Bacaan niat puasa Dzulhijjah:

Nawaitu shouma syahri dzulhijjah sunnatan lillahi ta ala

Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta ala.

2. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah merupakan puasa yang dilakukan pada hari ke-8 bulan Dzulhijjah.

Adapun keutamaan dari puasa Tarwiyah ini tercantum dalam sebuah hadits, berikut ini:

“Barangsiapa berpuasa 10 hari, maka untuk setiap harinya seperti puasa sebulan. Dan, untuk puasa pada hari Tarwiyah seperti puasa setahun, sedangkan untuk puasa hari Arafah seperti puasa dua tahun.” (HR. Ali Al-Muairi, At-Thibbi, Abu Sholeh, dan Ibnu Abbas).

Bacaan niat puasa Tarwiyah:

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta ala

Artinya: Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta ala.

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah merupakan puasa yang dikerjakan pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah. Tepat sehari sebelum Idul Adha. Adapun keutamaan puasa Arafah yang datang dalam hadits shahih, Rasulullah Saw bersabda:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

Bacaan niat puasa Arafah adalah berikut ini:

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta ala

Artinya : Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta ala.

Selain melaksanakan ibadah puasa sebelum Idul Adha, ada baiknya kita juga melaksanakan amalan-amalan shaleh lainnya seperti berdzikir, sholawat, dan sedekah.(*)