Penajam

Baru 50 Persen yang Aktif, DLH PPU Geliatkan Program Bank Sampah Lewat Lomba Tahunan

305
×

Baru 50 Persen yang Aktif, DLH PPU Geliatkan Program Bank Sampah Lewat Lomba Tahunan

Sebarkan artikel ini
Bank Sampah Mekar Bersama Waru menjadi salah satu bank sampah aktif di PPU (istimewa)

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Upaya Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam mengurangi volume sampah di masyarakat masih dihadapkan pada tantangan yang nyata. Program bank sampah yang digalakkan dinilai belum berjalan secara optimal.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kiranya telah membentuk 200 bank sampah, namun baru separuhnya yang aktif.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH PPU, Kamaruddin menyebutkan bahwa bank sampah yang baru dibentuk biasanya hanya bertahan beberapa waktu saja.

Artinya, dalam mempertahankan eksistensinya, bank sampah kerap kali mengalami penurunan aktivitas atau bahkan berhenti beroperasi sama sekali.

“PPU memiliki 200 bank sampah, tetapi yang aktif sekitar 50 persen. Ini karena setelah dibentuk biasanya tidak aktif lagi,” kata Kamaruddin, Senin (2/6/2025).

Untuk menghidupkan kembali fungsi bank sampah dengan semestinya, DLH PPU mengadakan lomba keaktifan bank sampah tiap tahun.

“Bagaimana caranya supaya bank sampah itu tidak mati semua. Maka setiap tahun kami menggelar lomba bank sampah,” ucap dia.

Lomba bank sampah melibatkan berbagai elemen, mencakup antar dinas pemerintahan, antar kelompok swadaya masyarakat, hingga antar sekolah.

“Penilaiannya meliputi keaktifan anggota, banyaknya setoran sampah yang diserahkan ke bank sampah, serta nilai penjualan yang berhasil dikelola tiap periode,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kamaruddin menelankan program bank sampah penting untuk mengurangi timbulan sampah, mendorong kesadaran masyarakat tentang pengelolaan sampah, serta memberikan manfaat ekonomis bagi warga yang terlibat.

“Bank sampah ini sangat membantu pemerintah mengurangi produksi sampah, karenanya dibutuhkan partisipasi masyarakat, kemudian melalui kesadaran masyarakatnya dapat memilah sampah sehingga itu punya nilai ekonomis juga,” tandasnya.

(Advertorial/TN01)