Penajam

Pemkab PPU Genjot Produksi Jagung, Targetkan Berdirinya Pabrik Pakan Ternak di Masa Depan

365
×

Pemkab PPU Genjot Produksi Jagung, Targetkan Berdirinya Pabrik Pakan Ternak di Masa Depan

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas PPU Andi Trasodiharto

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mengembangkan sektor pertanian, tak hanya berfokus pada padi, tetapi juga menggencarkan peningkatan produksi komoditas jagung sebagai bahan baku strategis.

‎Kepala Dinas Pertanian PPU, Andi Trasodiharto, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendorong peningkatan produksi jagung secara konsisten dan berkelanjutan.

Langkah ini dinilai penting untuk mendukung ketahanan pangan dan membuka peluang usaha baru di sektor hilir.

‎“Kami akan gencar untuk peningkatan produksi, khususnya jagung. Tidak boleh berhenti, karena pemerintah telah memberikan jaminan harga dan Bulog siap menyerap hasil panen dengan harga terbaik, yakni Rp5.500 per kilogram,” ujar Andi, Jumat (6/6/2025).

‎Agar program tersebut berjalan optimal, pihaknya berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah dalam hal penyediaan alat panen jagung, mesin pengering, serta teknologi pertanian modern.

‎Menurut Andi, salah satu kendala utama yang dihadapi petani saat ini adalah keterbatasan alat.

Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus mendorong terbentuknya kelompok-kelompok tani yang diberdayakan dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

‎“Kita akan membangunkan kelompok-kelompok tani kita. Tapi perlu dipahami, para petani ini kan kesulitannya alat. Mudah-mudahan ada dukungan dari semua tingkatan pemerintah,” jelasnya.

‎Ia optimistis bahwa apabila jagung pipil bisa diolah menggunakan alat modern, maka peluang peningkatan nilai tambah dari hasil pertanian akan terbuka lebar.

Bahkan, bukan tidak mungkin PPU bisa menjadi lokasi berdirinya pabrik pakan ternak.

‎“Jagung pipil itu bahan baku yang sangat bernilai. Kalau kita bisa produksi dalam skala besar dan modern, ke depan bukan tidak mungkin akan ada pabrik pakan ternak berdiri di PPU,” imbuhnya.

‎Kehadiran pabrik tersebut, lanjut Andi, dapat menekan biaya pakan ternak sehingga masyarakat bisa lebih semangat dalam mengembangkan usaha peternakan secara mandiri dan berkelanjutan.

‎“Dengan dukungan semua pihak, kita optimis ke depan tak ada alasan lagi petani di PPU kesulitan alat. Ini adalah langkah awal menuju kemandirian sektor pertanian dan peternakan,” pungkasnya. (Advertorial/TN01)