Nasional

Di KTT BRICS 2025, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Dukung Perdamaian dan Tolak Standar Ganda

337
×

Di KTT BRICS 2025, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Dukung Perdamaian dan Tolak Standar Ganda

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto saat menghadiri KTT BRICS di Rio de Janeiro. (ANTARA FOTO/Biro Pers-Muchlis jr)

TITIKNOL.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia melalui jalur multilateralisme dan keadilan dalam tata kelola global.

Pernyataan ini disampaikan saat dirinya menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Museum of Modern Art (MAM), Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025).

‎Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang mendampingi Prabowo dalam forum tersebut, menjelaskan bahwa Presiden menolak segala bentuk perang dan penggunaan standar ganda dalam kebijakan internasional.

‎”Bapak Presiden juga menegaskan menolak perang dan juga penggunaan standar ganda,” ujar Airlangga usai sesi pleno KTT BRICS 2025.

‎Ia menyebut bahwa sikap tersebut sejalan dengan semangat para peserta KTT lainnya, yang juga mendorong reformasi sistem multilateral dan peningkatan peran negara-negara berkembang atau Global South dalam tatanan dunia.

‎Airlangga menambahkan, Prabowo turut mengangkat pentingnya “Bandung Spirit”, yang merujuk pada semangat Konferensi Asia Afrika 1955, dalam forum BRICS sebagai pijakan memperjuangkan keadilan global dan hak-hak bangsa tertindas, termasuk dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

‎”Bapak Presiden menegaskan hubungan terhadap Palestina dan secara khusus mengingatkan agar Bandung Spirit dibawa dalam forum ini,” katanya.

‎Menurut Airlangga, BRICS berpotensi menjadi kekuatan penyeimbang baru yang dapat menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang secara lebih adil dan konsisten di tengah dinamika geopolitik global.

‎Pernyataan Prabowo mengenai penolakan terhadap standar ganda bukan kali pertama.

Dalam pidato sebelumnya di St Petersburg International Economic Forum 2025, Prabowo juga menyinggung hal serupa dan memuji sikap Rusia dan China yang dinilainya konsisten memperjuangkan keadilan bagi semua bangsa.

‎Rusia dan China sendiri merupakan dua dari lima negara pendiri BRICS yang terus mendorong kehadiran tatanan dunia yang lebih seimbang dan bebas dari dominasi pihak tertentu. (*/)