TITIKNOL.ID – Istilah fogging tentu sudah tidak asing bagi kita semua.
Fogging adalah tindakan pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa.
Hal ini dilakukan dalam upaya pengendalian penyebaran penyakit yang dibawa oleh nyamuk, seperti demam berdarah dengue (DBD).
Lantas, apakah gas fogging bahaya bagi manusia?
Dikutip dari hellosehat.com, gas untuk fogging nyamuk adalah insektisida yang dibuat dari zat pyrethroid sintetis.
Zat kimia ini adalah bahan yang umum ditemui dalam semprotan pembunuh nyamuk dan serangga yang dijual di toko-toko.
Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), obat untuk fogging nyamuk DBD sudah diracik sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan manusia atau hewan peliharaan.
Kandungan insektisida dalam gas tersebut sangat minim sehingga hanya mampu membunuh serangga sekecil nyamuk.
Selalu merasa lelah atau tidak fit? Dapatkan insight kesehatan harian yang disesuaikan untuk Anda via WhatsApp.
Akan tetapi, kalau dihirup dalam jumlah yang berlebihan, gas tersebut bisa menimbulkan beberapa bahaya atau efek samping bagi manusia.
Karena kandungan zat dalam obat gas pembunuh nyamuk DBD pada dasarnya adalah racun, kebanyakan menghirup gas ini bisa menyebabkan efek samping yaitu keracunan.
Gejala keracunan gas fogging antara lain batuk, mual, muntah, produksi air liur meningkat, berkeringat, mata merah, kulit gatal, napas terengah-engah, sakit perut, hingga hilang kesadaran.
Untuk pertolongan pertama keracunan gas fogging nyamuk, jauhkan diri dari lokasi fogging dan segera cari layanan kesehatan gawat darurat apabila Anda keracunan gas untuk fogging nyamuk DBD.
Namun, sebagai pertolongan pertama, Anda bisa minum susu sapi putih.
Susu sapi bisa membantu menetralkan racun yang terhirup saat fogging.
Kalau mata Anda iritasi karena gas fogging, cuci mata dengan air bersih yang mengalir selama kira-kira 15 menit.
Begitu juga jika kulit Anda bereaksi terhadap gas fogging. Segera bilas kulit Anda dengan air bersih yang mengalir dan ganti pakaian Anda.(*)












