Titiknol WiKu

Ketahui Penyebab hingga Gejala Demensia, Penyakit yang Diderita Aktor Hollywood Bruce Willis

341
×

Ketahui Penyebab hingga Gejala Demensia, Penyakit yang Diderita Aktor Hollywood Bruce Willis

Sebarkan artikel ini
Aktor legendaris Hollywood, Bruce Willis,yang dikabarkan nyaris tak mampu berbicara, membaca, maupun berjalan akibat penyakit demensia.(IMDb/Instagram)

TITIKNOL.ID – Aktor legendaris Hollywood, Bruce Willis, dikabarkan kondisi kesehatannya tengah memburuk.

Ia kini nyaris tak mampu berbicara, membaca, maupun berjalan.

Hal ini terjadi akibat demensia frontotemporal yang dideritanya sejak 2023.

Aktor film Die Hard ini juga dilaporkan menghadapi beberapa kesulitan motorik, meskipun belum diketahui detail spesifiknya.

Dikutip dari ciputrahospital.com, demensia adalah kondisi ketika seseorang kehilangan kemampuan berpikir, bernalar, dan mengingat.

Namun, untuk beberapa orang, mereka sering kali tidak mampu mengendalikan emosi dan kepribadiannya sehingga dapat berubah-ubah.

Penyebab Demensia

Demensia bukanlah bagian dari proses alami penuaaan.

Kondisi ini terjadi karena penyakit merusak sel-sel saraf di otak.

Semakin banyak sel saraf yang rusak, hal ini bisa membuat fungsi otak tidak bekerja dengan baik.

Demensia akibat penyakit tertentu dapat memengaruhi otak dengan berbagai cara yang menyebabkan pasien mengalami penurunan kognitif dan gejala lainnya.

Faktor Risiko Penyebab Demensia

Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan kognitif, di antaranya:

– Usia di atas 65 tahun
– Memiliki riwayat penyakit keluarga
– Mengidap sindrom Down
– Kebiasaan merokok dan penyalahgunaan alkohol
– Mengalami penumpukan plak (aterosklerosis)
– Kadar kolesterol jahat (LDL) dan gula darah yang tinggi
– Kadar homosistein dalam darah berlebihan

Gejala Demensia

Gejala demensia cenderung bervariasi, tergantung pada jenisnya.

Adapun hal-hal yang dirasakan pasien demensia dapat berupa:

– Mengalami hilang ingatan dan merasa kebingungan
– Sulit berbicara
– Tidak dapat memahami dan mengungkapkan pikirannya, serta membaca dan menulis
– Sering mengulang pertanyaan
– Berkeliaran atau mudah tersesat di lingkungan rumah
– Menggunakan kata-kata tidak biasa yang merujuk pada objek tertentu
– Sulit mengelola uang secara bertanggung jawab
– Membutuhkan waktu lama dalam menyelesaikan aktivitas sehari-hari
– Kehilangan minat pada aktivitas atau hobi yang dimiliki
– Bertindak impulsif
– Kehilangan keseimbangan dan gangguan pergerakan
– Tidak peduli dengan perasaan orang lain
– Berhalusinasi atau mengalami delusi

Jenis-Jenis Demensia

Berikut ini adalah jenis-jenis demensia yang perlu Anda ketahui, yakni:

1. Penyakit Alzheimer

Kondisi ini terjadi akibat penumpukan protein di otak yang memengaruhi sel-sel otak.

Seiring waktu, Alzheimer bisa menyebabkan gejala parah akibat banyaknya sel otak yang rusak.

Penyakit ini biasanya menyerang orang berusia di atas 65 tahun.

2. Demensia Vaskular

Ini termasuk jenis demensia kedua yang paling umum setelah Alzheimer. D

emensia vaskular terjadi karena berkurangnya aliran darah ke otak.

Kondisi ini bisa menimbulkan gejala sulit berkonsentrasi, berpikir, dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Demensia vaskular juga bisa disebabkan oleh kondisi lain yang memengaruhi pasokan.

3. Demensia Frontotemporal

Demensia frontotemporal (FTD) adalah istilah umum yang memengaruhi lobus frontal dan temporal otak.

Kondisi ini bisa membuat penderita mengalami gangguan kepribadian, perilaku, bahasa, dan berbicaraa.

Tidak seperti jenis penurunan kognitif lainnya, kehilangan ingatan dan sulit berkonsentrasi jarang terjadi pada kondisi awal.

Ini termasuk bentuk demensia langka, hanya ada satu dari 20 orang yang terdiagnosis FTD

4. Demensia Campuran

Penderita bisa saja mengalami dua jenis demensia, seperti kombinasi antara penyakit Alzheimer dan demensia vaskular.

Kondisi ini sering menyerang orang yang berusia di atas 75 tahun.

Penelitian membuktikan bahwa demensia campuran sering kali tidak dikenali dan terdiagnosis secara efektif.

Gejalanya juga bervariasi, tergantung pada bagian otak yang terpengaruh.

5. Dementia Lewy Body

Dementia lewy body dapat dialami oleh 10-15 persen dari semua penderita.

Saat mengalami gejala awal, beberapa orang salah mengartikan kondisi ini sebagai penyakit Alzheimer.

Dementia lewy body dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir dan bergerak serta memicu halusinasi dan gangguan tidur. (*)