Penajam

Bupati Mudyat Noor Tekankan Enam Langkah Konkret Kendalikan Inflasi di PPU

213
×

Bupati Mudyat Noor Tekankan Enam Langkah Konkret Kendalikan Inflasi di PPU

Sebarkan artikel ini
Bupati PPU Mudyat Noor membuka Rakor TPID 2025

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor secara resmi membuka Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten PPU Tahun 2025 yang digelar di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Selasa (26/8/2025).

‎Dalam sambutannya, Mudyat menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan dengan langkah nyata dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.

‎Ia mendorong seluruh instansi dan pemangku kepentingan di PPU untuk memperkuat kolaborasi agar kebijakan yang ditempuh benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

‎“Kita perlu fokus pada empat pilar strategi pengendalian inflasi, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif,” tegas Mudyat.

‎Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan Kabupaten PPU pada Juli 2025 tercatat sebesar 0,88% (month-to-month).

‎Angka tersebut menjadi yang ketiga tertinggi sepanjang tahun setelah Maret dan April. Secara kumulatif Januari–Juli 2025 (year-to-date), inflasi PPU telah mencapai 2,37%, mendekati target nasional 2,5% ± 1%.

‎Mudyat mengungkapkan, penyumbang inflasi terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,82%.

‎Lima komoditas utama yang paling memicu inflasi antara lain tomat, cabai rawit, semangka, daging ayam ras, dan beras.

‎Untuk menekan potensi kenaikan harga sejumlah komoditas, Mudyat menyampaikan enam langkah konkret, antara lain melaksanakan operasi pasar, pasar murah, serta gerakan pangan murah di setiap kecamatan minimal sebulan sekali.

‎Selain itu, mengoptimalkan penyaluran beras SPHP, mempercepat implementasi Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah 2025–2027, serta memperkuat monitoring harga dan stok bahan pokok secara periodik.

‎Langkah lainnya yakni mengoptimalkan peran BUMD melalui pemanfaatan produk lokal, seperti Beras Benuo Taka, serta meningkatkan pengawasan mutu dan kuantitas beras bersama Satgas Pangan melalui sidak rutin di lapangan.

‎Mudyat juga mengapresiasi kerja sama antara Asosiasi Pedagang Pasar PPU dengan Perumda Balikpapan yang dituangkan dalam nota kesepahaman antar daerah.

‎Senada dengan itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan, Robi Ariadi, mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap fluktuasi harga komoditas hortikultura.

‎Ia menyebut tomat mengalami kenaikan hingga 69% sepanjang tahun, sementara cabai rawit naik hampir 39%.

‎“Meski inflasi tahun kalender di PPU masih dalam rentang sasaran nasional, sinergi antara pemerintah daerah, BI, kepolisian, dan pelaku pasar sangat penting untuk menjaga stabilitas harga,” ujarnya.

‎Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama HLM TPID Agustus 2025 oleh Bupati PPU bersama Kepala BI Balikpapan.

‎Selain itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Perumda Manuntung Sukses dengan Asosiasi Pedagang Pasar PPU sebagai bentuk penguatan rantai pasok pangan. (*/)