TitiknolSport

Derby Liga Italia Lazio vs Roma, Sarri-Gasperini Kembali Bentrok dalam Duel Penuh Gengsi

185
×

Derby Liga Italia Lazio vs Roma, Sarri-Gasperini Kembali Bentrok dalam Duel Penuh Gengsi

Sebarkan artikel ini
Derby della Capitale edisi pekan keempat Serie A 2025/26 tak hanya mempertemukan dua raksasa ibu kota, Lazio dan AS Roma, tetapi juga menjadi ajang adu strategi dua pelatih top Italia: Maurizio Sarri dan Gian Piero Gasperini. 

TITIKNOL.ID, ROMA – Derby della Capitale edisi pekan keempat Serie A 2025/26 tak hanya mempertemukan dua raksasa ibu kota, Lazio dan AS Roma, tetapi juga menjadi ajang adu strategi dua pelatih top Italia: Maurizio Sarri dan Gian Piero Gasperini. 

Pertemuan ini akan menjadi yang ke-21 kalinya bagi keduanya dalam perjalanan karier mereka sebagai pelatih.

Laga panas ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Olimpico pada Minggu, 21 September 2025 pukul 17.30 WIB.

Sarri dan Gasperini telah saling berhadapan sebanyak 20 kali sebelumnya, dengan rekor yang menunjukkan persaingan sangat ketat:

  • Sarri menang 7 kali
  • Imbang 8 kali
  • Gasperini menang 6 kali

Pertemuan pertama mereka terjadi pada Oktober 2005 di Serie B, saat Gasperini melatih Crotone dan Sarri menangani Pescara. Laga tersebut berakhir imbang tanpa gol.

Menariknya, Gasperini menjadi pelatih yang paling sering dihadapi Sarri sepanjang kariernya.

Ia bahkan melampaui jumlah pertemuan Sarri dengan pelatih top lain seperti Stefano Pioli (20 kali), Massimiliano Allegri (19), Simone Inzaghi (13), dan almarhum Sinisa Mihajlovic (12).

Derby ini juga menjadi panggung penting bagi dua pelatih dengan filosofi permainan proaktif, namun pendekatan yang sangat kontras.

Maurizio Sarri dikenal dengan gaya “Sarri-ball” yang mengutamakan penguasaan bola, passing cepat, dan pressing tinggi.

Gian Piero Gasperini mengandalkan formasi 3-4-1-2 agresif dengan transisi cepat dan pertahanan fleksibel.

Sarri, yang kembali menukangi Lazio setelah sempat mundur pada Maret 2024, mengaku bahwa derby ini memiliki tekanan emosional yang luar biasa.

“Ini pertandingan paling berat dalam karier saya. Rasanya lebih baik saya pikirkan beberapa hari sebelum laga, karena ini sangat menguras emosi,” ujar Sarri.
“Derby ini tidak soal poin. Ini soal kebanggaan, dan saya harap pemain saya benar-benar memahami arti laga ini.”

Baca Juga:   Jadwal Timnas Indonesia vs Tanzania Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

Debut Derby Gasperini Bersama Roma

Sementara itu, laga ini akan menjadi Derby della Capitale pertama bagi Gasperini sebagai pelatih AS Roma.

Mantan juru taktik Atalanta itu datang dengan reputasi gemilang, termasuk keberhasilan membawa klub lamanya tampil konsisten di Eropa dan meraih gelar Liga Europa.

Meski baru menangani Roma, Gasperini tidak asing dengan rivalitas melawan Sarri. Saat keduanya menangani Lazio dan Atalanta, Sarri membukukan 2 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 2 kekalahan dalam 6 laga—dengan 8 gol dicetak dan 9 gol kebobolan.

Salah satu kemenangan berkesan Sarri terjadi pada musim 2022/23 ketika Lazio menaklukkan Atalanta 2-0 di Stadion Gewiss. Musim berikutnya, Lazio kembali menang dramatis 3-2 di Olimpico.

Sarri pernah menyatakan, “Pep Guardiola benar. Melawan tim Gasperini seperti pergi ke dokter gigi, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi kita tahu itu akan sulit dan meninggalkan kesan mendalam.”

Statistik Derby della Capitale: Sejarah vs Tren Terkini

Secara historis, AS Roma unggul dalam catatan pertemuan Derby della Capitale:

  • Roma menang: 56 kali
  • Lazio menang: 42 kali
  • Imbang: 61 kali

Namun, tren enam pertemuan terakhir di Serie A menunjukkan dominasi Lazio:

  • Lazio menang 4 kali
  • Roma menang 2 kali
  • Tidak ada hasil imbang

Roma juga memiliki masalah produktivitas dengan hanya mencetak 1 gol dalam 5 laga terakhir kontra Lazio. Sebaliknya, Lazio tampil lebih konsisten dengan hanya 2 kekalahan dalam 9 laga terakhir.

Meskipun demikian, Derby della Capitale selalu menyimpan kejutan. Atmosfer tinggi, tekanan suporter, dan gengsi antarklub membuat hasil laga ini sulit diprediksi.

Pertandingan ini bukan sekadar soal poin, tapi pertaruhan harga diri ibu kota.

Dengan dua pelatih berpengalaman dan filosofi berbeda, duel ini menjanjikan pertarungan taktik yang seru di balik panasnya rivalitas dua klub. (*)