Nasional

Erick Thohir jadi Menpora, Rocky Gerung Soroti Ini Bukan Sekadar Rotasi 

164
×

Erick Thohir jadi Menpora, Rocky Gerung Soroti Ini Bukan Sekadar Rotasi 

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN MENTERI - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Rabu, 17 September 2025. Erick Thohir menggantikan Dito Ariotedjo, setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak era Presiden Joko Widodo. (HO/Sekretariat Presiden)

TITIKNOL.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada Rabu, 17 September 2025.

Erick Thohir menggantikan Dito Ariotedjo, setelah sebelumnya menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak era Presiden Joko Widodo.

Pergantian ini menimbulkan berbagai spekulasi politik, termasuk dari pengamat politik Rocky Gerung.

Ia menilai keputusan Prabowo bukan sekadar rotasi biasa, melainkan sinyal awal dari pelemahan kekuasaan Erick Thohir di dalam Kabinet Merah Putih.

“Sebetulnya bukan Erick Thohir diangkat jadi Menpora, tapi Erick diberhentikan dari Menteri BUMN. Ini transisi sebelum benar-benar dikeluarkan dari lingkar kekuasaan,” ujar Rocky Gerung dalam kanal YouTube-nya, Kamis (18/9/2025).

Dari Ekonomi ke Olahraga

Secara resmi, Prabowo menyatakan alasan pengangkatan Erick adalah untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional secara menyeluruh.

Sebagai Ketua Umum PSSI, Erick dianggap telah membawa perubahan signifikan di dunia sepak bola, dan kini diharapkan mampu membawa dampak serupa untuk cabang olahraga lainnya.

Namun, Rocky melihat langkah ini sebagai “penempatan ke posisi publik yang bersifat lebih simbolik”, dibanding posisi strategis seperti Menteri BUMN yang memiliki kontrol besar terhadap aset ekonomi negara.

Rocky juga menyinggung adanya dinamika politik internal, khususnya terkait dominasi “Geng Solo” istilah yang merujuk pada lingkaran kekuasaan yang dekat dengan Presiden Jokowi.

Erick Thohir, yang merupakan bagian dari kabinet Jokowi dan pernah memimpin Tim Pemenangan Nasional Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019, dinilai masih memiliki pengaruh besar dalam jaringan kekuasaan ekonomi.

“Erick adalah bagian dari geng Solo yang menguasai sumber ekonomi. Maka dipindahkan ke Menpora bisa dibaca sebagai bentuk pengurangan pengaruh,” jelas Rocky.

Ia menambahkan, pergantian ini merupakan bentuk transisi halus dari Presiden Prabowo, karena terlalu berisiko jika Erick langsung dicopot dari kabinet.

Baca Juga:   Dandim 0913/PPU Fokus Gelar Karya Bakti di 5 Kelurahan Dekat Pembangunan Bandara VVIP IKN

Apalagi, Erick Thohir juga terlibat dalam tim pemenangan Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI.

Reshuffle atau Sekadar Pergantian?

Lebih jauh, Rocky juga mengkritik perombakan kabinet ini yang menurutnya belum menyentuh aspek kualitas.

“Ini bukan reshuffle yang sesungguhnya. Hanya pergantian oknum menteri. Padahal publik menuntut perubahan kualitas, bukan hanya pergeseran posisi,” ucapnya.

Ia menilai hasil reshuffle justru mengecewakan karena tidak melibatkan figur-figur yang dianggap perlu diganti, ataupun memasukkan tokoh-tokoh baru yang bisa membawa perubahan.

“Bahasa gampangnya, reshuffle itu dikocok ulang, tapi hasilnya jokernya tetap sama. Itu yang membuat publik menganggap reshuffle ini buruk,” kata Rocky. (*)