TITIKNOL.ID, PENAJAM – Tren penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendapat perhatian serius dari DPRD setempat.
Ketua Komisi I DPRD PPU, Ishaq menyebut, salah satu langkah strategis yang diambil pemerintah daerah (pemda) ialah dengan terus menggenjot pendapatan asli daerah (PAD).
“Komisi I mendorong peningkatan PAD. Karenanya dibentuklah satuan tugas (satgas) perizinan dan investasi. Alhamdulillah sudah terbentuk, saat ini sudah bekerja semua,” kata Ishaq, Minggu (5/10/2025).
Ishaq menyampaikan Satgas perizinan dan investasi diketuai langsung oleh Sekretaris Daerah PPU, sementara posisi Sekretaris diisi langsung Kepala DPMPTSP PPU.
Menurutnya, pembentukan satgas perizinan dan investasi berfokus mengawasi kelengkapan izin perusahaan sekaligus memastikan implementasi persetujuan bangunan gedung (PBG) di lapangan benar-benar sesuai.
“Saat ini terlihat, mana-mana perusahaan yang izinnya belum lengkap. Pengawasan benar-benar intensif sampai PBG,” ucapnya.
Dalam hal ini, Ishaq menekankan bahwa penerapan PBG harus secara merata, bukan hanya pengusaha melainkan seluruh bangunan yang ada.
“Tidak boleh tebang pilih, mau rumah pejabat atau pegawai kalau ada PBG-nya harus diurus,” kata dia.
Menurutnya, dengan pengawasan yang lebih ketat ini pendapatan bisa dimaksimalkan.
target PAD PPU sendiri mengalami kenaikan dari yang semula Rp211 miliar di awal tahun 2025, menjadi Rp228 miliar setelah diketuknya APBP PPU 2025.
“PAD ditingkatkan. Selain pajak, kita juga harus mengejar dana bagi hasil (DBH). Mestinya kita dapat perlakuan khusus, karena kita daerah penghasil,” imbuhnya.
(TN01)












