TITIKNOL.ID, SAMBOJA – Musibah kebakaran besar mengguncang kawasan industri Samator Balikpapan yang berlokasi di Jalan Bukit Soeharto Km 29, RT 21, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Peristiwa dramatis ini terjadi pada Jumat (28/11/2025) pagi, sekitar pukul 09.00 Wita.
Samator, sebagai salah satu perusahaan penyedia gas industri terkemuka di Tanah Air, kini menjadi pusat perhatian setelah area operasionalnya diterpa amukan api yang masif.
Rekaman video amatir yang dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial memperlihatkan situasi yang mencekam.
Kobaran api tampak sangat besar, dengan gumpalan asap hitam pekat membubung tinggi, menciptakan pemandangan yang dapat terlihat dari jarak cukup jauh di sepanjang jalan poros.
Dalam tayangan tersebut, terlihat jelas bagaimana nyala api menjalar dengan cepat dan agresif dari titik sumber, sementara kepulan asap tebal memenuhi langit.
Suasana panik tidak terhindarkan di lokasi kejadian.
Sejumlah pekerja yang tengah bertugas di area tersebut tampak segera berhamburan lari menjauh, menghentikan seluruh aktivitas, demi mencari tempat perlindungan yang aman dari bahaya panas dan kepungan asap.
Upaya Pemadaman dan Kendala Angin
Hingga laporan ini disusun, tim pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan masih berjibaku melakukan penanganan di lapangan.
Kondisi angin yang cukup kencang di sekitar lokasi sempat menjadi kendala besar, mempercepat penyebaran api dan menyulitkan upaya penanganan awal petugas.
Meskipun demikian, fokus utama tim saat ini adalah mengisolasi api agar tidak meluas ke area lain dan memastikan tidak ada potensi bahaya bagi para pekerja maupun masyarakat yang melintas di jalur poros Balikpapan–Samarinda.
Belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan terkait apa yang menjadi pemicu pasti kebakaran hebat ini.
Setelah api berhasil dilumpuhkan, tim BPBD akan melanjutkan dengan tahapan pendinginan dan proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki sumber api, sekaligus mencegah munculnya titik panas susulan.
Masyarakat dan seluruh pekerja diimbau keras untuk tidak mendekat ke lokasi kejadian hingga situasi dinyatakan benar-benar aman dan berada di bawah kendali penuh petugas berwenang. (*)












