SamarindaTitiknolKaltim

Ambisi Swasembada Pangan Kaltim, Targetkan Cetak Sawah 22.000 Hektare pada 2026

120
×

Ambisi Swasembada Pangan Kaltim, Targetkan Cetak Sawah 22.000 Hektare pada 2026

Sebarkan artikel ini
MAJUKAN PERTANIAN KALTIM - Foto aktivitas pertanian di persawahan yang subur makmur. Melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementan menargetkan Kalimantan Timur mampu merealisasikan program cetak sawah baru seluas 22.000 hektare pada tahun 2026. (Meta Ai)  

Target gaspol dari Kementerian Pertanian, Kaltim ditargetkan cetak sawah 22.000 hektare di 2026. Mampukah Kalimantan Timur mencapai swasembada beras seiring peningkatan panen hingga 6 ton per hektare? Simak rencana besar Wagub Kalimantan Timur, Seno Aji

TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyambut optimistis target ambisius dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI soal cetak sawah untuk produksi padi.

Melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementan menargetkan Kalimantan Timur mampu merealisasikan program cetak sawah baru seluas 22.000 hektare pada tahun 2026.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, meyakini bahwa target tersebut sangat mungkin dicapai.

Optimisme ini didukung oleh peningkatan signifikan dalam produktivitas padi di sepanjang tahun 2025 berkat inovasi pertanian lokal.

Sejumlah inovasi pertanian yang dikembangkan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani) telah mampu meningkatkan hasil panen.

“Dari semula empat ton menjadi enam ton per panen,” ungkap Wagub Kalimantan Timur, Seno Aji.

Wujudkan Swasembada Beras 2026

Pernyataan tersebut disampaikan Seno Aji saat menerima kunjungan Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Kementan RI, Dr. Hermanto, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa (9/12/2025).

Wagub Seno Aji menegaskan bahwa apabila program cetak sawah seluas 22.000 hektare tersebut dapat berjalan optimal, ia yakin Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk mewujudkan swasembada pangan, khususnya beras, pada tahun 2026.

Untuk mencapai target ini, ia menekankan pentingnya dukungan penuh dari Kementan, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian, perbaikan sistem irigasi, hingga upaya percepatan perluasan lahan sawah.

Sementara itu, Dirjen Hermanto menjelaskan bahwa kedatangan timnya bertujuan untuk mempercepat penyelesaian program cetak sawah tahun 2025 yang awalnya ditargetkan 1.800 hektare, namun direlaksasi menjadi 1.300 hektare.

Baca Juga:   Dukung Program Makan Bergizi, Tim Prabowo Sebut Butuh 48.000 Dapur

“Kami berharap pekan depan kerja sama sudah disepakati. Awal 2026 mulai tanam dan Maret sudah panen,” ujar Hermanto, menandakan keseriusan Kementan dalam menyukseskan program ini di Kalimantan Timur. (*)