TenggarongTitiknolKaltim

Detik-detik Dramatis Penemuan Kembali 4 Tahanan Anak yang Kabur dari LPKA Tenggarong Kukar

126
×

Detik-detik Dramatis Penemuan Kembali 4 Tahanan Anak yang Kabur dari LPKA Tenggarong Kukar

Sebarkan artikel ini
TAHANAN ANAK KABUR - Gedung LPKA di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Empat Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang sempat melarikan diri dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Tenggarong pada Kamis (11/12/2025) dini hari, akhirnya berhasil diamankan kembali oleh petugas. 

Mengapa mereka kembali? Empat tahanan anak LPKA Tenggarong berhasil lolos dini hari dengan menarik tralis. Namun, setelah menumpang truk menuju pasar, mereka justru tersesat dan berakhir berpapasan dengan petugas. Simak kronologi lengkap aksi pelarian yang penuh kebingungan ini

TITIKNOL.ID, TENGGARONG – Empat Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang sempat melarikan diri dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas IIA Tenggarong pada Kamis (11/12/2025) dini hari, akhirnya berhasil diamankan kembali oleh petugas. 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita ini dengan cepat ditangani berkat kesigapan aparat.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Timur, Endang Lintang Hardiman, menjelaskan bahwa keempat tahanan anak yang berusia antara 16 hingga 17 tahun dan terlibat kasus pencurian memulai aksi pelarian dengan cara yang terencana.

“Menurut keterangan mereka sendiri, sekitar jam 4 pagi mereka menarik tralis hingga lepas,” ungkap Endang.

Setelah berhasil keluar, mereka berempat lari melalui sisi samping gedung, melompati pagar, dan langsung berjalan kaki hingga bertemu dengan sebuah truk.

Mereka kemudian menumpang truk tersebut menuju kawasan pasar.

Anehnya, setibanya di pasar, alih-alih melarikan diri semakin jauh, mereka justru kembali berjalan ke arah LPKA semula.

Diduga karena tidak menguasai medan dan diliputi kebingungan, langkah mereka menjadi tidak terarah.

Kebingungan Membawa Mereka Kembali

Kebingungan itu membuat mereka berulang kali berpapasan dengan petugas yang sedang melakukan penyisiran.

“Dua anak berhasil kami tangkap di sekitar lampu merah. Kemudian, satunya menyerahkan diri, lari kembali ke arah petugas meminta untuk kembali ke LPKA,” jelas Endang.

Sementara satu anak terakhir, yang diduga panik dan kebingungan, berhasil ditemukan dan diamankan tidak jauh dari wilayah LPKA.

Baca Juga:   Lubang Menganga di Proyek RDMP PPU Menelan Tiga Nyawa, Polisi Soroti Kelalaian K3

Endang membenarkan adanya aksi kejar-kejaran singkat saat petugas berusaha mengamankan para ABH.

“Memang ada kejar-kejaran saat pencarian. Namun, mereka tetap berkelompok karena tidak tahu jalan,” tegasnya.

Endang Lintang Hardiman meminta agar situasi ini disikapi dengan pemahaman, mengingat perilaku tersebut merupakan respons alami dari anak-anak yang diliputi kepanikan.

“Ya itulah anak-anak. Kami juga harus memaklumi. Makanya saya langsung turun ke sini ketika mendapat cerita itu,” pungkas Endang. 

Mengenal LPKA Tenggarong

Insiden kaburnya empat tahanan anak dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong pada Kamis (11/12/2025) sekitar pukul 04.00 Wita, tidak hanya memicu ketegangan di kalangan warga.

Kejadian ini sekaligus kembali menyoroti peran strategis Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong, yang merupakan satu-satunya Lapas Anak di Kalimantan Timur.

Empat anak yang melarikan diri berusia 16 tahun hingga 17 tahun dan tengah menjalani proses hukum terkait kasus pencurian. Mereka teridentifikasi sebagai:

  • FOS (17) dari Sangatta Utara
  • PE (16) dari Berau
  • AN (17) dari Muara Jawa
  • AK (16) dari Nunukan, Kalimantan Utara

Pelarian mereka yang sempat terekam CCTV warga memicu aksi pengejaran oleh aparat dan warga yang bersama-sama menyisir gang-gang sempit di Kelurahan Melayu.

LPKA Kelas II Tenggarong, yang terletak di Jalan Imam Bonjol No. 37, Kelurahan Melayu, memegang peran vital.

Kepala Lapas Anak Tenggarong, Zulhendri, menjelaskan bahwa lembaga ini adalah fasilitas pembinaan anak tunggal untuk Provinsi Kalimantan Timur, bahkan juga melayani Kalimantan Utara.

Ini dibangun oleh Pemkab Kukar untuk satu provinsi, bahkan Kalimantan Utara juga ikut di dalamnya.

“Jadi, satu-satunya Lapas Anak di Kalimantan Timur ada di Kukar, tepatnya di Tenggarong,” terang Zulhendri.

Baca Juga:   UPDATE Klasemen Sementara Super League: Borneo FC 100 Persen Kemenangan, Persib Naik ke 4 Besar

LPKA Tenggarong menjalankan fungsi ganda, yaitu pengamanan dan pembinaan pendidikan serta karakter. Fasilitas yang tersedia mencakup:

  • Dua ruang belajar untuk pendidikan formal.
  • Satu ruang keterampilan untuk pelatihan vokasional.
  • Satu aula besar untuk kegiatan bersama, pembinaan mental, dan penguatan karakter.

Hingga akhir tahun 2025, LPKA Tenggarong menampung 61 Anak Binaan (telah mendapat putusan hukum tetap) dan 2 Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) (masih dalam proses persidangan).

Harapan Peningkatan Kenyamanan Belajar

Meskipun fungsi pembinaan berjalan, Zulhendri mengungkapkan perlunya peningkatan fasilitas kenyamanan.

Dengan kondisi cuaca Tenggarong yang panas, ia berharap adanya bantuan ventilasi dan pendingin ruangan (AC) agar proses belajar anak-anak lebih maksimal.

Zulhendri menambahkan, meski menjadi pusat pembinaan bagi dua provinsi, kapasitas hunian saat ini masih aman.

“Kapasitas kami 150 orang, dan saat ini masih di bawah itu. Ada enam kamar hunian, masing-masing diisi sekitar 10 orang,” tutupnya. (*)