Badai cedera menghantam pemuncak klasemen. Mungkinkah laga di Gelora Bung Tomo ini menjadi momen emas bagi Green Force Persebaya untuk meraih kemenangan maksimal dan menggoncang persaingan papan atas Super League?
TITIKNOL.ID, SURABAYA — Masuk pekan ke-15 Super League 2025/2026 menjadi sorotan tajam bagi pecinta sepak bola nasional, terutama saat pemuncak klasemen, Borneo FC Samarinda, harus bertandang ke markas Persebaya Surabaya.
Pertarungan yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Sabtu, 20 Desember 2025, diprediksi akan menjadi babak krusial yang menentukan posisi tim di puncak kompetisi.
Bagi Green Force, laga ini datang di waktu yang sangat tepat.
Momentum keunggulan kini berada di tangan Persebaya lantaran tim tamu, Pesut Etam, sedang terperosok dalam situasi internal yang kurang ideal.
Borneo FC, yang sebelumnya menorehkan catatan fantastis dengan sebelas kemenangan beruntun, mengantongi 33 poin dan sempat melaju sendirian, kini harus menelan pil pahit.
Dua kekalahan beruntun yang diderita dari Bali United dan Persib Bandung membuat keunggulan poin mereka terkikis habis.
Jarak dengan pesaing terdekat kini sangat tipis: Persija Jakarta menguntit dengan 29 poin, sementara Persib Bandung hanya berjarak 28 poin.
Situasi ini menempatkan Borneo FC Samarinda di bawah tekanan psikologis yang luar biasa menjelang lawatan mereka ke Jawa Timur.

Keuntungan Durian Runtuh
Inilah titik balik yang membuat Persebaya berpotensi meraih kemenangan besar. Borneo FC dilaporkan sedang dilanda badai sakit dan cedera yang menyerang beberapa pemain inti.
Kondisi ini secara otomatis membatasi pilihan rotasi dan strategi yang dapat diterapkan oleh tim pelatih Pesut Etam, julukan Borneo FC Samarinda.
Keuntungan besar ini diperkirakan akan dimaksimalkan oleh Green Force yang akan mendapatkan dukungan penuh dari ribuan Bonek di GBT.
Meskipun demikian, semangat juang Borneo FC tak lantas padam. Pemain seperti Fajar Fathurrahman mengakui kekecewaan tim, namun menegaskan bahwa kesulitan tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah.
“Saya tahu situasi ini mengecewakan. Tapi, ini bagian dari sepak bola, kami harus konsisten. Kami sedang mengevaluasi tim yang memang banyak dilanda cedera dan sakit. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan alasan saat di lapangan. Kami akan tetap bertarung sesuai arahan pelatih,” ungkap Fajar, menunjukkan keteguhan mental tim.
Tidak Patah Semangat
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, segera mengambil langkah strategis dengan memberikan waktu istirahat sejenak kepada tim pasca-kekalahan.
Tujuan utamanya adalah mengembalikan kesegaran mental dan fisik pemain.
Dandri berpesan agar tim tidak larut dalam kesedihan.
Ia meminta seluruh skuad untuk bersikap adil dengan tidak hanya melihat dua hasil negatif terakhir, tetapi juga mengingat sebelas kemenangan beruntun yang pernah mereka raih.
“Kami harus fokus ke depan. Dalam sepak bola, kalah dan menang itu biasa. Yang terpenting, bagaimana tim menyikapi situasi ini untuk kembali merapatkan barisan,” pungkas Dandri, menggarisbawahi tekad tim untuk bangkit dan menjaga harga diri di GBT.
Misi meraih poin penuh di Surabaya menjadi taruhan utama tim dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur ini. (*)












