Titiknol WiKu

Bupati Bulungan Apresiasi MAF2K23, Sampah Plastik Bisa Ditukar Tiket

168
×

Bupati Bulungan Apresiasi MAF2K23, Sampah Plastik Bisa Ditukar Tiket

Sebarkan artikel ini

Bupati Bulungan Syarwani, Sekda Bulungan Risdianto, Leader of Event Musik Alam Fest 2k23, Irawati Tahir dan sejumlah pihak terkait meninjau venue pelaksanaan Musik Alam Fest 2K23 di Hutan Kota Bundayati Tanjung Selor. MAF2K23

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani mengapresiasi pelaksanaan Musik Alam Fest 2K23 yang akan digelar di Kebun Raya Bundayati Tanjung Selor, Bulungan pada 29 – 30 September 2023. 

Sebab isu tematik yang diangkat pada event tahunan tersebut adalah isu lingkungan yaitu bijak mengelola sampah. 

Bupati berpendapat, masyarakat harus diedukasi sejak dini mengenai pengelolaan sampah khususnya bahaya penggunaan sampah plastik. 

“Tentu Pemkab Bulungan sangat mengapresiasi ide ini, melalui event ini kita mengampanyekan pengurangan penggunaan sampah plastik, apalagi targetnya adalah anak-anak muda Bulungan,” kata Syarwani.

Syarwani mengatakan Pemkab Bulungan melalui instansi terkait ikut berkolaborasi dalam kampanye tersebut lewat Musik Alam Fest 2K23.

Ia mengungkapkan, Musik Alam Fest 2K23 merupakan festival musik yang turut mendukung kampanye dan upaya pelestarian lingkungan, maka Pemerintah Daerah sebagai pemangku kebijakan juga akan berperan serta mensukseskan festival musik tersebut. 

“Pelestarian lingkungan adalah kegiatan kolaboratif, semua stakeholder bisa masuk, termasuk Musik Alam Fest 2K23,”katanya.

Bupati juga mengapresiasi kegiatan pengumpulan sampah plastik yang dapat ditukar dengan tiket Musik Alam Fest 2K23. Menurutnya, konsep ini masih terbilang baru dan secara langsung telah membantu mengurangi sampah plastik. 

“Selain perubahan iklim dan keanekaragaman hayati, penanganan sampah, khususnya sampah plastik, memang menjadi isu global dunia,” jelasnya.

Seperti diketahui Musik Alam Fest 2K23 yang masuk dalam kalender event nasional yang keberadaannya diakui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang bertajuk kolaborasi akan kembali digelar pada September 2023 ini. 

Baca Juga:   Hari Hijab Internasional, Momentum Akhiri Prasangka pada Islam

Guna mengurangi pencemaran lingkungan dan memberikan edukasi terkait daur ulang sampah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat, panitia yang tergabung dari Aliansi Komunitas Kaltara menyediakan slot terbatas yaitu dengan menukarkan sampah dengan tiket. Hal tersebut senada dengan tema yang digaungkan yaitu Kolaboraksi.

Leader of Event Musik Alam Fest 2k23, Irawati Tahir menjelaskan, panitia akan menyediakan celah kepada pengunjung dengan menukar sampah dengan tiket dengan syarat yang berlaku.

Adapun persyaratannya seperti bungkus kopi sebanyak 10 buah, botol air mineral ukuran sebesar 10 buah. Bekas air mineral 20 buah beserta penutup.

Tidak hanya pergelaran musik dan seni, Musik Alam Fest 2K23 nantinya akan diisi dengan live ecobrick di lokasi acara yang nantinya akan dilaksanakan diskusi lingkungan dengan beberapa narasumber.

‘’Sampah tersebut akan dikerjakan dan diolah hingga menjadi tas, tempat tisu dan sejumlah kerajinan lainnya, hal tersebut menjadi konsen kita pada music alam tahun ini,’’ tuturnya.

Hal tersebut sejalan dengan tema Musik Alam Fest 2K23 yaitu kolaborasi dan aksi. Dengan melibatkan masyarakat yang fokus terhadap pengolahan sampah, pihaknya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang berada di lingkungan masyarakat dapat menjadi nilai ekonomi yang menarik.

‘’Masyarakat enggan menggunakan produk dari ecobrick lantaran sudah bergantung dengan barang-barang yang bermerk,’’ ungkapnya. 

Ira mengungkapkan isu lingkungan bukan hanya pembahasan dalam skala nasional melainkan juga internasional. 

Hal tersebut kini menjadi persoalan di berbagai belahan dunia. Setelah dikerucutkan, panitia sepakat mengangkat isu sampah dan menjadi tema dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Kami menemukan Agus Triyani seorang yang mendaur ulang sampah rumah tangga sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi,’’ ungkapnya.

Ecobrick merupakan aktivitas meminimalisir sampah dengan mengolah plastik maupun botol hingga menjadi sebuah produk. Usai melakukan diskusi dengan panitia Musik Alam Fest 2023 penggiat ecobrick akan mengisi dalam rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di hutan kota bunda hayati, Tanjung Selor.

Baca Juga:   Kehadiran Musisi Rusia dan Bulgaria, Warna Baru Musik Alam Fest 2K23

‘’Sebelum mengkampanyekan hal tersebut, tentu harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.

Panitia Musik Alam Fest 2K23 juga mengkampanyekan persoalan sampah dengan melibatkan pelajar yang tergabung dalam sukarelawan dalam acara tersebut. 
‘’Nantinya kami akan mengkampanyekan hal tersebut baik dilingkungan sekolah, tempat kerja maupun lingkungan tempat tinggal,” demikian Irawati Tahir. (maf/rls)