Mimpi Indonesia untuk lepas dari bayang-bayang impor BBM kini tertumpu pada raksasa energi di pesisir Kalimantan. Namun, sejauh mana kesiapan RDMP Balikpapan untuk benar-benar menjadi benteng pertahanan energi nasional di tengah tensi geopolitik dunia yang tak menentu?
TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Proyek Strategis Nasional (PSN) RDMP Balikpapan kini memasuki fase krusial menuju operasional penuh.
Pentingnya peran kilang ini dalam peta energi tanah air memicu perhatian serius dari Komisi VI DPR RI, yang melakukan kunjungan kerja spesifik ke fasilitas kilang tersebut pada Selasa (3/2/2026).
Kunjungan yang berlangsung dalam Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026 ini bertujuan memastikan kilang raksasa tersebut siap beroperasi dengan standar keandalan, keamanan, dan keberlanjutan yang tinggi, terutama di tengah fluktuasi pasokan energi global.
Dalam peninjauan ini, rombongan DPR RI didampingi oleh Badan Pengelola (BP) BUMN RI, PT Danantara Asset Management (Persero), serta jajaran direksi PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).
Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjamin keberlangsungan operasional RDMP.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andi Muhammad Nurdin Halid, menekankan bahwa RDMP Balikpapan bukan sekadar fasilitas pengolahan minyak, melainkan instrumen pertahanan negara.
“Kilang ini harus menjadi bagian dari sistem pertahanan energi nasional. Oleh karena itu, desain kapasitas cadangan, skenario kedaruratan, serta mitigasi risiko geopolitik regional harus menjadi bagian integral dalam operasionalnya,” tegas Nurdin Halid.
Ia juga menambahkan komitmen DPR RI untuk membebaskan Indonesia dari ketergantungan impor.
“Kami akan terus mengawal Pertamina agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energi nasional secara mandiri,” imbuhnya.
Fokus utama evaluasi kali ini mencakup kesiapan fasilitas pasca-peresmian, integrasi pasokan minyak mentah (crude oil), hingga sistem distribusi produk.
Tak hanya itu, penerapan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi poin yang tidak bisa ditawar demi menjamin keamanan operasional jangka panjang.
Menanggapi hal tersebut, Vice President Legal & Relation PT Kilang Pertamina Balikpapan, Asep Sulaeman, menyatakan bahwa prioritas perusahaan saat ini adalah stabilitas sistem.
“Fokus kami adalah memastikan seluruh unit beroperasi secara stabil dan terintegrasi. RDMP Balikpapan harus benar-benar siap menopang pasokan energi nasional,” ujar Asep kepada Tribunkaltim.co.
Asep juga mengapresiasi dukungan dari para pemangku kepentingan. Menurutnya, koordinasi erat dengan regulator dan DPR RI sangat krusial agar RDMP tidak hanya memberikan kemandirian energi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi bangsa.
(*)












