Nasional

Presiden Prabowo Bahas Industri Padat Karya dengan 22 Pengusaha Apindo, Dorong Konsep Indonesia Incorporated

74
×

Presiden Prabowo Bahas Industri Padat Karya dengan 22 Pengusaha Apindo, Dorong Konsep Indonesia Incorporated

Sebarkan artikel ini
Presiden RI Prabowo Subianto mengajak umat Islam meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam momentum peringatan Maulid Nabi 1447 Hijriah. (ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden)

TITIKNOL.ID – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membeberkan isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan 22 pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam.

Pertemuan tersebut berlangsung sekitar tiga jam, mulai pukul 18.50 hingga 22.00 WIB.

‎Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo secara konsisten membuka ruang komunikasi dengan berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha.

Forum tersebut menjadi ajang bagi pemerintah untuk menyerap masukan langsung dari dunia usaha.

‎“Di situ beliau mendapatkan banyak masukan, kemudian juga mendapatkan input dari pengusaha,” ujar Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

‎Menurut politikus Partai Gerindra itu, dalam pertemuan tersebut disepakati pentingnya kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta.

Konsep Indonesia Incorporated menjadi salah satu gagasan utama yang dibahas.

‎“Indonesia Incorporated disepakati bahwa sektor swasta yang kuat, maju, terus harus kita bantu, kita dorong. Karena salah satu kunci ekonomi adalah di teman-teman pengusaha ini,” kata Prasetyo.

‎Ia menjelaskan sejumlah isu strategis turut dibicarakan, termasuk pengembangan sektor padat karya seperti industri tekstil, garmen, dan sepatu.

Pemerintah dan pelaku usaha dinilai perlu menyatukan persepsi agar Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

‎“Bagaimana kemudian kita menyatukan persepsi bahwa kita harus juga berpikir untuk berkompetisi di tingkat global,” tuturnya.

‎Prasetyo menegaskan Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pasar domestik. Menurutnya, jika tidak memperkuat daya saing, pangsa pasar global yang sejatinya menjadi keunggulan kompetitif Indonesia bisa diambil negara lain.

‎Dalam pertemuan itu, Prabowo juga menekankan peran strategis pengusaha dalam menciptakan lapangan kerja.

Ia memaparkan visinya tentang Indonesia Incorporated, yakni sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi.

Baca Juga:   TERBARU Tanggal 9 dan 10 Mei 2024 Libur Apa? Berikut Ulasannya

“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Prabowo dalam keterangan tertulis. (*/)