PenajamTitiknolKaltim

Kasus Keracunan MBG di Waru, SPPG Sorot Puding UMKM

85
×

Kasus Keracunan MBG di Waru, SPPG Sorot Puding UMKM

Sebarkan artikel ini
PIC SPPG Waru Yayasan Bakti Benuo Taka, Yedi Kusuma

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Menu yang diduga menjadi sumber keracunan siswa penerima makan bergizi gratis (MBG) bukan merupakan produksi dari dapur MBG.

Demikian diungkapkan Penanggung Jawab Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Waru Yayasan Bakti Benuo Taka, Yedi Kusuma, menepis dugaan sumber keracunan makan bergizi gratis (MBG) asalnya dari dapur mereka.

Yedi mengatakan dalam pengelolaan menu MBG, pihak SPPG juga memberdayakan UMKM setempat. Menurut dia, menu yang berasal dari UMKM tersebut menjadi musabab siswa mengalami mual hingga diare.

“Kita memberdayakan UMKM, ada satu program kebetulan makanan itu (puding) yang diduga menjadi sumber keracunan anak-anak. Kita akan lakukan evaluasi,” kata Yedi, Rabu (11/2/2026).

Ia menyebut, pihaknya menyerap produk UMKM untuk kebutuhan dapur.

“Jadi bukan dari produk yang kita produksi di dapur. Makanan ada yang kita order dari UMKM lokal,” ujar dia.

Yedi menilai, produk buatan UMKM lokal memungkinkan adanya item-item yang rentan. Sementara produk olahan dapur MBG sendiri, klaimnya sejauh ini tidak bermasalah.

Ia juga menerangkan, bahwa sebelum menggunakan produk UMKM, pihaknya akan memfilter, utamanya harus berasal dari UMKM yang memiliki legalitas, produksi sudah berjalan dan lainnya.

“Dan UMKM ini sudah mensupport ke lainnya, makanya kita pilih karena sudah memenuhi kriteria dapur kita,” tambahnya.

Dugaan sementara, makanan yang diduga menjadi sumber keracunan berada di masa tenggang.

“Karena dari hampir 1.040 siswa, hanya 25 siswa bermasalah. Ini masih dikaji,” ucap dia.

Insiden dugaan keracunan itu terjadi sesaat setelah para siswa menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi, sayur wortel dan kentang, telur bumbu, tahu, serta puding buah.

Puluhan siswa dilaporkan mengalami mual dan diare hingga dilarikan ke Puskesamas terdekat.

Baca Juga:   Bupati PPU Kunjungi Asrama Mahasiswa di Yogyakarta, Tekankan Peran Strategis Generasi Muda

Total terdapat 25 siswa terdampak, terdiri dari 24 siswa SDN 008 Waru dan satu siswa SMAN 2 PPU.

Hingga kini, penyelidikan terhadap sampel makanan masih berlangsung untuk memastikan sumber pasti penyebab gangguan kesehatan tersebut.

Sementara itu, evaluasi terhadap pola distribusi dan pengawasan menu MBG di Waru, disebut akan diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

“Tindak lanjut dari kita, akan melakukan rapat lagi,” pungkas Yedi.

(TN01)