PenajamTitiknolKaltim

Evaluasi Setahun, Bupati PPU Rencanakan Rotasi Eselon II Digelar Jumat

63
×

Evaluasi Setahun, Bupati PPU Rencanakan Rotasi Eselon II Digelar Jumat

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadwalkan rotasi pejabat eselon II atau setingkat kepala perangkat daerah pada Jumat mendatang.

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan pergeseran jabatan tersebut merupakan bagian dari penyegaran birokrasi sekaligus hasil evaluasi kinerja perangkat daerah selama sekitar satu tahun terakhir.

“Rotasi rencananya Jumat. Sifatnya hanya menggeser posisi yang ada. Setelah itu baru kita mengadakan pelantikan lagi,” ujar Mudyat, Rabu (11/3/2026).

Ia menjelaskan rotasi tahap awal belum tentu langsung mengisi seluruh jabatan secara definitif. Sejumlah posisi masih berpotensi diisi pelaksana tugas (Plt).

“Rotasi itu hanya menggeser posisi. Kecuali kita melakukan seleksi terbuka baru bisa diisi pejabat definitif,” katanya.

Seleksi terbuka atau selter, bakal digelar setelah komposisi jabatan dinilai tepat. Mekanisme tersebut terutama untuk mengisi posisi kepala dinas yang saat ini masih kosong.

“Ini kita rotasi dulu. Setelah itu baru selter,” ujarnya.

Menurut Mudyat, penataan jabatan diperlukan untuk melihat kembali komposisi organisasi, terutama pada dinas yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat.

“Dari evaluasi selama setahun ini kita lihat komposisinya. Setelah itu baru kita tentukan melalui selter siapa yang berhak menduduki jabatan definitif,” jelasnya.

Saat ini sedikitnya empat posisi kepala dinas di lingkungan Pemkab PPU masih dipimpin oleh Plt. Posisi tersebut nantinya akan dibuka melalui seleksi terbuka.

“Berbeda dengan mutasi jabatan eselon III dan IV yang bisa naik jabatan dengan sendirinya. Untuk jabatan Eselon II pengisian harus melalui proses selter,” tegasnya.

Ini membuka peluang bagi pejabat di tingkat eselon III, termasuk IIIA untuk mengikuti seleksi.

“Nanti teman-teman dari eselon III, termasuk IIIA, pasti ramai mengikuti selter,” tutup Mudyat.

Baca Juga:   6 Dampak Psikologi Anak Bila Orangtua Bercerai karena Media Sosial versi Psikolog Balikpapan

(TN01)