Nasional

UPDATE Tabrakan Maut di Bekasi Timur, 15 Orang Tewas dan 88 Luka, Pemerintah Tunggu Hasil Investigasi KNKT

3
×

UPDATE Tabrakan Maut di Bekasi Timur, 15 Orang Tewas dan 88 Luka, Pemerintah Tunggu Hasil Investigasi KNKT

Sebarkan artikel ini

TITIKNOL.ID – Pemerintah memperbarui jumlah korban dalam kecelakaan tragis antara Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL rute Jakarta–Cikarang di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).

‎Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyampaikan bahwa jumlah korban tewas hingga Selasa siang mencapai 15 orang.

‎Selain itu, sebanyak 88 korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit. Tiga korban yang sebelumnya terjepit juga berhasil dievakuasi dan kini dalam penanganan medis.

‎“Update sampai dengan jam 1 siang tadi ada 15 orang yang meninggal dunia dan 88 orang yang masih dirawat. Termasuk ada tiga yang tadinya terjepit bisa kita evakuasi dan masih dalam perawatan di rumah sakit,” ujar AHY.

‎Ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya maksimal dalam penanganan medis guna menyelamatkan para korban yang masih dirawat.

‎Kecelakaan nahas ini terjadi saat CommuterLine bertabrakan dengan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek di kawasan stasiun, yang mengakibatkan dampak fatal bagi penumpang.

‎Sementara itu, Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

‎Menurut Dudy, investigasi tersebut akan mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh sebagai dasar evaluasi ke depan.

‎Ia memastikan proses evakuasi dan penanganan korban dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tetap mengedepankan keselamatan seluruh pihak di lapangan.

‎“Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api,” pungkasnya.

‎Kronologi kecelakaan kereta

Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

‎Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

‎Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

‎Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti. (*/)