TITIKNOL.ID — Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait masyarakat desa yang tidak terdampak penguatan dolar Amerika Serikat merupakan upaya untuk menenangkan publik di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.
Menurut Misbakhun, pernyataan Presiden Prabowo tidak perlu dimaknai secara harfiah, melainkan sebagai pesan agar masyarakat tetap tenang menghadapi gejolak kurs yang belakangan menjadi perhatian publik.
“Apa yang disampaikan oleh Pak Presiden itu adalah upaya untuk menenangkan masyarakat. Jangan dibaca terlalu eksplisit. Upaya bapak presiden adalah menenangkan masyarakat bahwa dolar yang begitu tinggi, masyarakat diminta tenang,” kata Misbakhun di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Ia menjelaskan Bank Indonesia juga telah menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat sehingga kondisi saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis ekonomi 1998.
Politikus Partai Golkar itu menilai struktur ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibandingkan kondisi menjelang krisis 1998.
Menurutnya, pernyataan Prabowo juga dapat dipahami sebagai dorongan kepada Bank Indonesia agar segera mengambil langkah dalam menangani pelemahan rupiah.
Misbakhun menyebut kepala negara memiliki tanggung jawab menjaga kondisi psikologis masyarakat agar tidak mudah terpancing isu maupun rumor terkait kondisi ekonomi nasional.
“Yang ingin dijaga oleh Bapak Presiden itu adalah jangan sampai masyarakat terjadi kepanikan karena masyarakat harus dijaga, jangan sampai kemudian gejolak isu itu menimbulkan hal-hal yang tidak diharapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan pernyataan Prabowo juga bertujuan menjaga stabilitas sosial dan politik di tengah meningkatnya pembahasan soal dolar AS di ruang publik.
Meski demikian, Misbakhun mengakui dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS tetap akan dirasakan seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga di pedesaan.
Namun, ia menilai tidak tepat apabila pesan Presiden dibandingkan langsung dengan argumentasi teknis ekonomi.
“Pesan itu adalah pesan seorang pemimpin kepada rakyatnya dalam rangka menenangkan. Kemudian diadu dengan argumentasi teknis, ya enggak nyambung dong. Orang tujuannya menenangkan untuk menjaga stabilitas ketenangan psikologis masyarakat,” kata Misbakhun.
Ia bahkan menyebut Presiden ingin mencegah situasi di mana masyarakat terus membicarakan gejolak dolar hingga memicu keresahan sosial.
“Jangan sampai di warung kopi ngomongin dolar, di warung Indomie ngomongin dolar, terus di mana-mana ngomongin dolar,” tambahnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pelemahan rupiah terhadap dolar AS tidak berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat desa karena aktivitas ekonomi mereka tidak menggunakan mata uang asing.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menegaskan kondisi ketahanan ekonomi Indonesia masih relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi di tengah ketidakpastian global.
“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo. (*/)








