Nasional

Presiden Prabowo Minta Tunda Pembangunan Kantor Baru, Utamakan Proyek Produktif

1
×

Presiden Prabowo Minta Tunda Pembangunan Kantor Baru, Utamakan Proyek Produktif

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya lebih fokus membangun proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah

TITIKNOL.ID — Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kabinetnya lebih fokus membangun proyek-proyek produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

‎Menurut Prabowo, proyek produktif jauh lebih penting dibanding pembangunan kantor pemerintahan yang megah tetapi tidak memberikan dampak nyata terhadap perekonomian rakyat.

‎Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri panen raya udang di lokasi tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026).

‎“Semua yang produktif akan kita jalankan. Produktif artinya harus menghasilkan nilai tambah. Saya kasih petunjuk ke kabinet, yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita,” ujar Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.

‎Prabowo menegaskan, pemerintah saat ini mulai menunda pembangunan kantor-kantor baru dan mengalihkan fokus pada sektor yang mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat.

‎Menurutnya, pembangunan kantor tidak akan berarti apabila produktivitas dan hasil yang dihasilkan minim.

‎“Jadi maaf, kita sekarang agak tunda lah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu ya perlu tapi jangan ada kantor, nggak ada produktivitas. Kantor megah, produknya nggak ada,” katanya.

‎Ia menambahkan, lebih baik memiliki kantor yang sederhana tetapi mampu menghasilkan produk, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan penghasilan masyarakat.

‎“Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan,” tegasnya.

‎Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti keberhasilan proyek tambak udang di Kebumen yang dinilai sangat menjanjikan.

Tambak seluas sekitar 64 hektare tersebut disebut mampu menghasilkan hingga 40 ton udang per hektare dengan harga jual sekitar Rp70 ribu per kilogram.

‎Selain meningkatkan produksi, proyek tersebut juga dinilai berhasil menyerap sekitar 650 tenaga kerja lokal.

‎Prabowo mengungkapkan pemerintah saat ini tengah memperluas pembangunan proyek serupa di sejumlah daerah lain, mulai dari Waingapu seluas 2.000 hektare, Gorontalo 200 hektare, hingga kawasan Pantai Utara Jawa Barat mencapai 14 ribu hektare.

‎Menurutnya, proyek-proyek tersebut akan difokuskan untuk meningkatkan produksi protein nasional sekaligus memperkuat ekspor demi menambah devisa negara.

‎“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri. Supaya kita bisa dapat devisa. Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang akan datang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif,” tutupnya. (*/)