Nasional

Presiden Prabowo Dorong Kuliah Gratis di PTN, Pemerintah Siapkan Skema dan Hitungan Anggaran

1
×

Presiden Prabowo Dorong Kuliah Gratis di PTN, Pemerintah Siapkan Skema dan Hitungan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto bersyukur pembangunan proyek liquefied natural gas (gas alam cair) Abadi Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku, resmi dimulai setelah mandek 28 tahun.

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya menyiapkan program pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri (PTN) secepat mungkin dengan tetap mempertimbangkan tahapan pelaksanaan dan kemampuan fiskal negara.
‎
‎Arahan tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9/2026), sebagai tindak lanjut rencana pendidikan negeri gratis hingga jenjang perguruan tinggi.
‎
‎Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengatakan pemerintah telah membahas sejumlah opsi untuk merealisasikan arahan tersebut.

Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai komponen pembiayaan PTN, mulai dari penerimaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Iuran Pengembangan Institusi (IPI) jalur mandiri hingga sumber pendapatan lainnya.
‎
‎“Tadi beberapa hitungan-hitungan sudah kita lakukan, beberapa analisis mulai dari pendapatan UKT yang ada saat ini, kemudian berapa IPI pada jalur mandiri, kemudian juga pendapatan lain-lainnya,” ujar Brian.
‎
‎Ia menjelaskan, sejumlah PTN memiliki sumber pendapatan lain, termasuk dari program pascasarjana, yang selama ini turut menopang pembiayaan program sarjana.
‎
‎Kajian mengenai kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi gratis sebelumnya juga telah dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk memetakan kebutuhan anggaran serta berbagai kemungkinan skema penerapannya.
‎
‎Menurut Brian, hasil perhitungan tersebut selanjutnya akan disesuaikan dengan ruang fiskal yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah ingin memastikan kebijakan tersebut dapat dirancang secara terukur dan berkelanjutan.
‎
‎“Harapannya tentu Bapak Presiden menginginkan secepat-cepatnya program menggratiskan uang kuliah ini bisa dijalankan, namun tentu kita akan melalui tahapan-tahapan ya, tidak langsung,” ungkapnya.
‎
‎Untuk memperdalam kajian, Presiden menginstruksikan pembentukan tim khusus yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.
‎
‎Tim tersebut akan melibatkan sejumlah kementerian terkait, termasuk Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Agama, Kementerian Keuangan serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
‎
‎“Yang selanjutnya tadi Bapak Presiden juga menginstruksikan untuk dilakukan telaahan lebih dalam lagi, dibentuk tim khusus dipimpin Pak Menko PMK yang akan mem-breakdown lagi hitungan-hitungan,” jelas Brian.
‎
‎Brian berharap tim tersebut dapat menghasilkan perhitungan yang lebih matang dan tahapan pelaksanaan yang lebih jelas dalam waktu sekitar dua minggu hingga satu bulan.
‎
‎“Harapannya dalam waktu barangkali dua minggu sampai satu bulan akan kita dapatkan lagi hitungan-hitungan yang lebih rasional, tahapan-tahapan yang lebih baik,” ucapnya.
‎
‎Hasil kajian tersebut selanjutnya akan dilaporkan kembali kepada Presiden sebagai dasar untuk menentukan langkah dan tahapan pelaksanaan program pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri.
‎
‎“Sehingga nantinya kita akan melaporkan kembali kepada Bapak Presiden dipimpin oleh Pak Menko untuk menetapkan bagaimana langkah-langkah, tahapan-tahapan sehingga keinginan dan arahan Bapak Presiden untuk menggratiskan perguruan tinggi negeri ini dapat dilakukan,” pungkas Brian. (*/)