PenajamTitiknolKaltim

PUPR PPU Usulkan Anggaran Rp20 Miliar untuk Bangun Akses Jalan Menuju SNT Babulu

3
×

PUPR PPU Usulkan Anggaran Rp20 Miliar untuk Bangun Akses Jalan Menuju SNT Babulu

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mengupayakan pembangunan akses jalan menuju Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu

TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah mengupayakan pembangunan akses jalan menuju Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Desa Babulu Darat, Kecamatan Babulu. Penanganan jalan sepanjang 1,3 kilometer tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp20 miliar.
‎
‎Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengatakan panjang ruas jalan yang perlu ditangani diperkirakan mencapai 1,3 kilometer. Pemerintah daerah saat ini tengah mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat agar pembangunan akses jalan dapat berjalan seiring dengan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
‎
‎Karena ini menjadi program pusat, kami dari pemerintah daerah mencoba meminta bantuan dari pusat untuk membangun jalan aksesnya,” kata Petriandy, Selasa (29/9/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, penentuan trase jalan menuju SNT Babulu telah dibahas bersama Dinas Pendidikan dan sejumlah perangkat daerah terkait. Pembahasan tersebut juga dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi untuk melihat kondisi lapangan dan menentukan jalur yang memungkinkan untuk dikembangkan.
‎
‎Berdasarkan hasil koordinasi, jalur akses direncanakan masuk melalui sisi masjid, kemudian mengarah ke kawasan SMK Negeri 3. Ruas tersebut memiliki lebar lahan rata-rata sekitar tujuh meter, bahkan di beberapa titik mencapai 10 meter.
‎
‎Meski demikian, masih terdapat sejumlah kendala teknis yang perlu diselesaikan, salah satunya keberadaan pagar masjid yang telah terbangun. Persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait, termasuk pemerintah pusat, agar pembangunan jalan dapat dilakukan tanpa mengabaikan kondisi di sekitar lokasi.
‎
‎“Dari hasil rapat, kita sudah sepakati jalurnya masuk lewat sebelah masjid, nanti ke arah SMK 3,” ujarnya.
‎
‎Petriandy mengungkapkan, kondisi jalan eksisting menuju kawasan tersebut saat ini masih bervariasi. Sebagian ruas telah menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement dengan lebar sekitar lima meter, sementara bagian lainnya masih berupa tanah dan agregat.
‎
‎Petriandy mengungkapkan, kondisi jalan eksisting menuju kawasan tersebut saat ini masih bervariasi. Sebagian ruas telah menggunakan konstruksi beton atau rigid pavement dengan lebar sekitar lima meter, sementara bagian lainnya masih berupa tanah dan agregat.
‎
‎Jalan yang telah dibangun sebelumnya merupakan bagian dari akses menuju SMK Negeri 3. Dalam rencana penanganan selanjutnya, ruas tersebut akan diperlebar serta dilengkapi bahu jalan dan saluran drainase pada titik-titik yang membutuhkan penanganan tambahan.
‎
‎Terkait kebutuhan anggaran, Petriandy menyebutkan bahwa estimasi Rp20 miliar untuk penanganan sepanjang 1,3 kilometer masih bersifat sementara. Besaran anggaran tersebut akan disesuaikan kembali setelah perencanaan teknis, desain, dan kondisi lapangan ditetapkan secara lebih terperinci.
‎
‎”Kalau 1,3 kilometer itu kurang lebih bisa di Rp20 miliaran,” ungkapnya.
‎
‎Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkab PPU telah mengajukan usulan pendanaan melalui aplikasi SITIA (Sinergitas, Transparansi, Integrasi, Akuntabel) dalam skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD). Saat ini, usulan tersebut masih menunggu proses evaluasi dan keputusan dari pemerintah pusat.
‎
‎Selain akses menuju SNT Babulu, Dinas PUPR PPU juga mengusulkan peningkatan jalan menuju Sekolah Rakyat di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam. Ruas jalan yang diusulkan memiliki panjang sekitar 200 hingga 300 meter dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp6 miliar.
‎
‎“Kalau Sekolah Rakyat sudah kita input di SITIA, diusulkan,” jelasnya. (TN02)