TERIMA PENGHARGAAN – Head of Comrel & CID Zona 9 PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Dharma Saputra saat menerima penghargaan bergengsi pada ajang Corporate Social Responsibility (CSR) & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2026. (PERTAMINA)
TITIKNOL.ID,JAKARTA — Tiga anak perusahaan dan afiliasi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) memborong penghargaan bergengsi pada ajang Corporate Social Responsibility (CSR) & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2026.
Ajang apresiasi yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI bersama Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) tersebut digelar di Gedung Utama Kementerian Desa dan PDT, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Puncak capaian tertinggi disabet oleh Sutiarso, Direktur BUMDes Trans Makmur Jaya binaan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), yang berhasil mendulang penghargaan kategori Excellent predikat penghargaan tertinggi untuk kategori perorangan atas kepemimpinan menggerakkan ekonomi desa.
Sutiarso dinobatkan sebagai pahlawan lokal (local hero) berkat keberhasilannya menggerakkan kelembagaan desa, memperkuat kapasitas warga, serta membangun kemandirian ekonomi masyarakat Desa Bukit Raya, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tak hanya kategori perorangan, dua program Corporate Social Responsibility (CSR) program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan bagi masyarakat sekitar yakni Program Kuas Jirak kelolaan PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field dan Program ECO-STEP besutan PEP Sangatta Field, turut memenangkan penghargaan predikat Silver.
Capaian prestisius di tingkat nasional ini mempertegas komitmen penuh Grup PHI dalam menerapkan prinsip Creating Shared Value (CSV) kemitraan bisnis yang menciptakan nilai ekonomi sekaligus dampak positif sosial bagi masyarakat di seluruh area operasional hulu migasnya.
Keberhasilan Sutiarso tidak lepas dari kolaborasi antara PHSS, pemerintah desa, dan BUMDes Trans Makmur Jaya, yang sebelumnya bernama BUMDes Bukit Raya, yang membawa perkembangan usaha yang sangat signifikan.
Total aset BUMDes yang awalnya di bawah seratus juta rupiah, kini tercatat mencapai ratusan juta rupiah serta telah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) penerimaan yang diperoleh pemerintah desa dari sumber-sumber internal desa dengan kontribusi sebesar Rp5 juta hingga Rp19 juta dari tahun 2023 hingga 2025.
Dalam proses tersebut, Sutiarso turut mendorong penataan administrasi dan keuangan, inventarisasi aset, pengembangan unit usaha, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.
Sutiarso menyampaikan kegembiraan dan apresiasi atas dukungan berbagai pihak dalam perjalanan pengembangan BUMDes Trans Makmur Jaya. Kini, BUMDes Trans Makmur Jaya telah mengembangkan sembilan unit usaha, mulai dari sarana produksi pertanian, penyaluran pupuk bersubsidi, penyewaan alat dan mesin pertanian, peternakan ayam petelur dan sapi, jasa transaksi perbankan, pangkalan LPG 3 kg, pengadaan barang dan jasa, hingga pengolahan pupuk kompos.
Ia menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PHSS yang telah membina, mendampingi, serta memfasilitasi kegiatan unit-unit kegiatan BUMDes maupun unit-unit usaha yang ada hingga menjadi juara dengan kualifikasi Excellent.
“Terima kasih juga atas fasilitasi dalam penjemputan juara ini di Kementerian Desa dan Transmigrasi di Jakarta serta pendampingan yang luar biasa dari PHSS,” ujar Sutiarso.
Head of Comrel & CID Zona 9, Dharma Saputra, menyampaikan keyakinan perusahaan bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ditentukan oleh kolaborasi yang efektif antara perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan manfaat bersama.
“Kami berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjalankan program-program CSR yang inovatif dan mampu menciptakan nilai manfaat yang dapat dinikmati bersama (creating shared value), termasuk Lembaga Swadaya Masyarakat, UMKM dan BUMDes dalam perencanaan maupun pelaksanaannya di wilayah operasi perusahaan,” ujarnya.
Selain penghargaan yang diraih Sutiarso, Program Kuas Jirak yang dikelola oleh PEP Tanjung Field dan Program ECO-STEP yang dijalankan oleh PEP Sangatta Field meraih penghargaan Silver.
Penghargaan yang diterima kedua program CSR/PPM tersebut sebagai wujud keberhasilan dalam menghadirkan program pemberdayaan yang berorientasi pada penguatan kapasitas dan kemandirian masyarakat khususnya untuk perempuan.
“Kedua program telah memberikan peningkatan kesejahteraan pada kelompok ibu-ibu dan wanita tani yang sebelumnya tidak memiliki pendapatan dan mata pencaharian,” jelas Dharma.
Menurutnya, melalui kedua program ini, kini kelompok-kelompok wanita tersebut telah mandiri dan mampu mengubah kondisi perekonomian mereka.
“Tercatat dari tahun 2022, dua kelompok tersebut belum memiliki pendapatan tetap, namun kini telah memiliki pendapatan tetap di atas UMK Kutai Kartanegara dan Tabalong,” jelasnya.
Dharma menambahkan bahwa melalui berbagai program pelibatan dan pengembangan masyarakat, perusahaan akan terus mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasi untuk menjadi pelaku utama dalam kegiatan ekonomi dalam mendukung proses pembangunan.
“Kami percaya pengembangan ekonomi masyarakat desa menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembangunan Indonesia,” pungkasnya.(*)









