TitiknolKaltim

Gubernur Kaltim Keluhkan Jalan Nasional ke Kubar Rusak Parah: Jangan Jalan Baru, yang Ada Tolong Diperbaiki

3
×

Gubernur Kaltim Keluhkan Jalan Nasional ke Kubar Rusak Parah: Jangan Jalan Baru, yang Ada Tolong Diperbaiki

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud (Harum) kembali memperjuangkan kondisi jalan mantap untuk jalur Kutai Barat (Kubar).

TITIKNOL.ID, BALIKPAPAN – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud kembali memperjuangkan peningkatan kondisi jalan nasional menuju Kabupaten Kutai Barat (Kubar).
‎
‎Keluhan tersebut disampaikan Rudy Mas’ud kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar dalam Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16 di Ballroom Swiss-Belhotel Balikpapan, Selasa (6/10/2026).
‎
‎Rudy mengatakan, kondisi sejumlah ruas jalan nasional dari Kutai Kartanegara menuju Kutai Barat saat ini mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.
‎
‎“Dari Kutai Kartanegara ke Kutai Barat, seluruhnya jalan nasional. Sekarang rusaknya parah sekali,” keluh Rudy.
‎
‎Menurutnya, kondisi perekonomian nasional turut menghadapi tantangan akibat dinamika global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang berpengaruh terhadap perekonomian dan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
‎
‎Meski demikian, Rudy berharap pemerintah pusat tetap memberikan perhatian terhadap pemeliharaan dan perbaikan jalan nasional di Kaltim, khususnya ruas yang menjadi akses utama masyarakat.
‎
‎“Tidak apa-apa kita tidak dibuatkan jalan baru, asal jalan eksisting dirawat, dipelihara dan segera diperbaiki kalau ada yang rusak. Jangan sampai terjadi seperti di Kutai Barat. Sudah tidak dibangun jalan baru, yang lama juga tidak diperbaiki,” tegasnya.
‎
‎“Makanya saya minta kepada Pak Dirjen. Tidak apa-apa kami tidak dibuatkan jalan baru, tapi jalan yang ada tolong dipelihara dan diperbaiki,” tambah Rudy.
‎
‎Plt Kepala Dinas PUPR Pera Kaltim, Irhamsyah, menjelaskan total panjang jalan nasional menuju Kutai Barat mencapai 301,97 kilometer.
‎
‎Berdasarkan data hingga semester II 2025, kondisi jalan mantap tercatat sebesar 65,45 persen, sedangkan 34,55 persen lainnya masuk kategori tidak mantap.
‎
‎Selain jalur menuju Kutai Barat, Rudy juga menyoroti kondisi jalan nasional Bontang-Kutai Timur. Ia menyebut sebagian ruas jalan dari Kutai Timur menuju Berau juga mengalami kerusakan.
‎
‎“Bontang-Kutai Timur jalannya sudah bukan retak buaya lagi, tapi sudah berlubang-lubang. Ini berpotensi besar menyebabkan kecelakaan,” ucapnya.
‎
‎Rudy menambahkan, Pemerintah Provinsi Kaltim siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam pembiayaan pembangunan maupun penanganan jalan yang belum berstatus jalan nasional.
‎
‎Salah satunya jalur Sotek di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menuju Bongan di Kutai Barat. Jalur tersebut dinilai strategis karena dapat memangkas jarak tempuh dari Kutai Barat menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
‎
‎“Jalur Sotek-Bongan sendiri sekitar 88 kilometer,” ujarnya.
‎
‎Menurut Rudy, pola pembiayaan secara bersama antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat tersebut sebelumnya telah diterapkan dalam penanganan jalur Kutai Barat-Mahakam Ulu.
‎
‎Ia berharap pola kolaborasi serupa dapat kembali dilakukan untuk mempercepat peningkatan konektivitas antarwilayah di Kaltim. (*)