TITIKNOL.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mendorong pelaksanaan pasar murah agar menjangkau masyarakat di wilayah yang rentan mengalami kesulitan pangan.
Langkah ini dilakukan dengan mengacu pada peta kerawanan pangan untuk menentukan lokasi kegiatan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengatakan Gerakan Pasar Murah dan Pangan Murah untuk triwulan IV telah diluncurkan.
Pelaksanaan program selanjutnya akan dikoordinasikan oleh perangkat daerah terkait bersama sejumlah pihak, termasuk Perum Bulog.
Menurutnya, pemetaan kerawanan pangan menjadi instrumen penting untuk memastikan program pemerintah tepat sasaran.
Wilayah yang masuk kategori merah, kuning, dan hijau akan menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi pelaksanaan kegiatan.
Tohar menegaskan, pasar murah tidak seharusnya hanya digelar di kawasan yang mudah dijangkau.
Pemerintah perlu hadir langsung di wilayah yang membutuhkan dukungan untuk memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
“Di mana pun titik merah berada, kita yang harus mendatangi lokasi tersebut, bukan meminta mereka turun ke lapangan,” ucap Tohar, Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, penentuan lokasi berdasarkan peta kerawanan pangan juga memungkinkan distribusi komoditas disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah.
Dengan demikian, masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses pangan dapat memperoleh manfaat dari program tersebut.
Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, pelaksanaan pasar murah diharapkan mendukung pengendalian inflasi daerah.
Tohar menyebut kelompok makanan dan minuman masih menjadi salah satu komponen yang memengaruhi pergerakan inflasi di Kabupaten PPU.
Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah turut menjadi tantangan dalam menjaga stabilitas harga.
Sejumlah komoditas pangan yang dikonsumsi masyarakat Kalimantan masih didatangkan dari Pulau Jawa dan Sulawesi, sehingga kelancaran distribusi menjadi faktor penting.
Karena itu, Pemkab PPU akan mengoptimalkan koordinasi dengan Perum Bulog dan perangkat daerah teknis untuk mendukung ketersediaan bahan pangan selama pelaksanaan program.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada persoalan air bersih yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Tohar berharap, pelaksanaan Gerakan Pasar Murah dan Pangan Murah dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
Penentuan lokasi berdasarkan tingkat kerawanan pangan diharapkan membuat program tersebut lebih efektif dalam membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga di PPU. (Adv/KominfoPPU)











