Nasional

Disenggol Eks KSAD TNI Dudung Abdurachman, Inilah Rekam Jejak Budi Gunawan Kepala BIN yang Nyaris Jadi Kapolri

979
×

Disenggol Eks KSAD TNI Dudung Abdurachman, Inilah Rekam Jejak Budi Gunawan Kepala BIN yang Nyaris Jadi Kapolri

Sebarkan artikel ini
Eks KSAD TNI Dudung Abdurachman dan Kepala BIN Budi Gunawan

Rekam jejak Kepala BIN Budi Gunawan jadi sorotan karena naman Kepala BIN tersebut ‘disenggol oleh eks KSAD TNI Dudung Abdurachman.

TITIKNOL.ID, – Nama Budi ‘disenggol’ mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman saat menanggapi pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Hal ini berawal saat Megawati menyinggung soal dugaan adanya intimidasi yang dilakukan oleh aparat TNI maupun Polri dalam urusan Pemilu 2024.

“Ingat, hei polisi jangan lagi intimidasi rakyatku. Hei tentara jangan lagi intimidasi rakyatku,” kata Megawati.

Pernyataan Megawati ini pun dianggap tendensius dan tidak berdasar oleh Dudung Abdurachman.

Dudung mengingatkan kepada seluruh personel TNI dan Polri agar tak mendengarkan tuduhan yang dilayangkan oleh Presiden ke-5 RI tersebut.

Menurutnya, seharusnya Megawati juga mengingatkan lembaga Badan Intelijen Negara atau BIN.

“Kemarin nggak dibilang juga kok BIN nya kok netral, harusnya bilang juga dong BIN juga netral. Kan sudah ada kenyataan yang di Papua tuh,” sambung dia.

Seperti diketahui, Ketua BIN saat ini adalah Budi Gunawan yang memiliki kedekatan khusus dengan Megawati.

Lantas, seperti apa rekam jejak Budi Gunawan?

Melansir dari Tribunnewswiki, Jenderal Pol. Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D.adalah tokoh kepolisian Indonesia.

Ia menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara sejak 9 September 2016 menggantikan Sutiyoso.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakapolri mendampingi Jenderal Pol. Badrodin Haiti sejak 22 April 2015 dan Jenderal Pol.

Tito Karnavian sejak 13 Juli 2016, hingga dilantik sebagai Kepala BIN pada 9 September 2016.

Pada tanggal 2 September 2016, Presiden Jokowi menunjuk Jenderal Pol. Budi Gunawan menjadi Kepala BIN menggantikan Sutiyoso dan mengirimkan surat kepada DPR.

Sidang Paripurna DPR kemudian menyetujui hasil Fit & Proper Test Komisi I DPR terhadap Calon Kepala BIN yang dilakukan sehari sebelumnya.

Baca Juga:   Di Global Forum for Climate Movement, Dirut PLN Ajak Kolaborasi Global Atasi Perubahan Iklim

Budi Gunawan menjadi unsur Polisi kedua setelah Jenderal Pol. Sutanto (2009-2011) yang memimpin lembaga telik sandi tersebut.

Riwayat Pendidikan

Dalam pendidikan, Jenderal Pol. Budi Gunawan bisa dibilang sebagai anak yang berprestasi.

Ia merupakan lulusan terbaik Akpol tahun 1983 dan meraih penghargaan Adhi Makayasa.

Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya saat usia yang tergolong muda, yaitu 24 tahun.

Pada dunia pendidikan di kepolisian, Jenderal Pol. Budi tercatat meraih peringkat satu saat bersekolah.

Berikut riwayat pendidikannya:

PTIK

SESPIM

SESPATI

LEMHANAS.

Riwayat Karier

Dalam kariernya, nama Jenderal Pol. Budi Gunawan mulai dikenal saat menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri tahun 2001-2004.

kemudian dia dipromosikan untuk naik pangkat menjadi brigadir jenderal, jenderal termuda pada 2004-2006

Berikuti riwayat perjalanan karier dari Jenderal Pol. Budi Gunawan:

Ajudan Presiden RI Megawati Soekarnoputri (2001-2004)

Karobinkar SSDM Polri (2004-2006)

Kaselapa Lemdiklat Polri (2006-2008)

Kapolda Jambi (2008-2009)

Kadiv Binkum Polri (2009-2010)

Kadiv Propam Polri (2010-2012)

Kapolda Bali (2012)

Kalemdiklat Polri (2012-2014)

Wakapolri (2015-2016(

Kepala Badan Intelijen Negara (2016-sekarang)

PImpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (2017-2022).

Kontroversi

Pencalonan Jenderal Pol. Budi Gunawan alias BG pada tahun 2015 menjadi Kapolri oleh Presiden Joko Widodo membuat negeri ini gaduh.

Perseteruan lembaga tinggi negara antara KPK dengan Kepolisian memanaskan suasana ini.

Pasalnya, saat pengumuman pencalonan Jenderal Pol. Budi Gunawan, KPK juga mengumumkan bahwa BG tersangka kasus gratifikasi.

Pihak kepolisian pun tak tinggal diam dengan menyatakan tersangka juga kepada pimpinan KPK; Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Belum lagi reaksi gelombang demo masyarakat terhadap kasus ini. Karena situasinya semakin panas.

Presiden Joko Widodo kembali menarik pencalonan Jenderal Pol. Budi Gunawan dan mengajukan calon baru Jenderal Pol. Badrodin Haiti.

Baca Juga:   Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman Tinjau Lokasi Pembangunan Mabes AD di IKN Nusantara

Setelah Badrodin Haiti menjadi Kapolri, Jenderal Pol. Budi Gunawan diajukan menjadi Wakapolri.

Jenderal Pol. Budi Gunawan memiliki peranan yang penting dalam dunia kepolisian.

Ia menyabet beberapa Penghargaan, meliputi:

SL Kesetiaan 16 Tahun

SL Dwidya Sistha

SL Kesetiaan Tamtama

SL Kesetiaan Karya Bhati

SL Yana Utama

SL Dharma Nusa

SL Gom VII

SL Bintang Bhayangkara Nararya

SL Bintang Bhayangkara Pratama. (*)