TITIKNOL.ID – Presiden Joko Widodo memberikan gelar Jenderal Kehormatan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Rabu (28/02).
Pemberian kenaikan pangkat militer kehormatan itu dilakukan dalam Rapat Pimpinan TNI-Polri di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (28/02) pagi.
“Pemberian anugerah tersebut telah melalui verifikasi Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Dan, indikasi dari penerimaan anugerah bintang tersebut sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2009,” kata Jokowi.”
Berdasarkan usulan Panglima TNI, saya menyetujui untuk memberikan kenaikan pangkat secara istimewa berupa jenderal TNI Kehormatan [untuk Prabowo].”
Kenaikan pangkat ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 13/TNI/Tahun 2024 yang terbit pada 21 Februari.
Sebelumnya, pangkat terakhir Prabowo adalah Letnan Jenderal (Purn) atau bintang tiga.
Dengan demikian, mantan Komandan Jenderal Kopassus dan Panglima Kostrad itu kini menyandang bintang empat.

Profil Prabowo Subianto
Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto Djojohadikusumo
Tempat Lahir: Jakarta
Tanggal Lahir: 17 Oktober 1951
Riwayat Pendidikan Militer:
AKABRI Magelang
Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD
Kursus/ Pelatihan Militer:
Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
Kursus Para Komando (1975)
Jump Master (1977)
Kursus Perwira Penyelidik (1977)
Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)
Karier Militer
Sebelum diberhentikan pada 1998, Prabowo Subianto mengukir karier yang moncer di TNI.
Dilansir dari Kompas.id menulis, lulusan Akademi Militer tahun 1974 ini pernah menduduki sejumlah jabatan strategis di TNI.
Pada 1985, ia menjadi wakil komandan Batalion Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad.
Dua tahun berselang, Prabowo Subianto dipromosikan menjadi Komandan Batalion Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad.
Saat itu, ia berpangkat mayor. Lalu, Prabowo Subianto menjadi Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/KostradSaat berpangkat letnan kolonel.
Ia menjadi Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusu.
Pada 1994, Prabowo menjadi Wakil Komandan Kopassus dan pangkat kolonel.
Setahun berselang, ia naik pangkat menjadi brigadir jenderal dan menjabat sebagai komandan Kopassus.
Prabowo tidak membutuhkan waktu lama untuk kemudian naik pangkat dengan menyandang dua bintang di pundaknya atau mayor jenderal.
Pada 1996 Prabowo Subianto pun naik jabatan menjadi Komandan Jenderal Kopassus.
Pada Maret 1998, Prabowo Subianto naik pangkat menjadi letnan jenderal dan dipromosikan menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad).
Setelah kerusuhan Mei 1998 dan lengsernya presiden Soeharto, Prabowo dimutasi menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI di Bandung.
Pada 24 Agustus 1998, Prabowo Subianto diberhentikan/pensiun dini dari institusi TNI berdasarkan pengumuman oleh Panglima Angkatan Bersenjata RI (ABRI) kala itu, Jenderal Wiranto.
Dewan Kehormatan Perwira (DKP) mempertimbangkan kasus penculikan aktivis pro-demokrasi pada masa reformasi sebagai alasan untuk memberhentikan Prabowo dari TNI.
Riwayat Jabatan Militer Prabowo Subianto :
- Komandan Peleton Grup Komando-1 Kopassandha (1976)Komandan Kompi Komando Grup-1 Kopassandha (1977)
- Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus (1983-1985)Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara Kostrad (1985-1987)
- Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
- Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991-1993)
- Komandan Grup-3/pusat pelatihan Pasukan Khusus (1993-1995)
- Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
- Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)Panglima Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
- Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (1998)
- Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (1998)












