Titiknol WiKu

Apresiasi DLH Bulungan terhadap Musik Alam Fest 2K23 yang Usung Isu Lingkungan

207
×

Apresiasi DLH Bulungan terhadap Musik Alam Fest 2K23 yang Usung Isu Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Kolase – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan, Ismail dan Tema Musik Alam Fest 2K23. TITIKNOL.ID/HO-MAF2K23

TITIKNOL.ID, TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan memberi apresiasi positif Musik Alam Fest 2K23 mampu memberi warna berbeda dengan kampanye pelestarian lingkungan, khususnya terhadap sampah plastik. 

“Pelestarian lingkungan ini kolaboratif, semua stakeholder bisa masuk, termasuk Musik Alam Fest 2K23, tentu DLH juga tidak mau ketinggalan gaungnya, dan ini positif untuk lingkungan,” kata Kepala DLB Kabupaten Bulungan, Ismail di Tanjung Selor, Minggu (17/9/2023).

Untuk itu, instansi ini menyatakan kesiapannya mendukung dan berkolaborasi mensukseskan Musik Alam Fest 2K23. Ismail mempersilahkan panitia memadukan konsep acara dengan pelestarian lingkungan. Terutama soal pengelolaan sampah melalui berbagai skema. 

“Menarik sekali adanya kuota tukar sampah dengan tiket yang dilakukan. Selain perubahan iklim dan keanekaragaman hayati, penanganan sampah, khususnya sampah plastik, memang menjadi isu global dunia,” paparnya.

Seperti diketahui Musik Alam Fest 2023 yang masuk dalam Kalender Event Nasional yang keberadaannya diakui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang bertajuk kolaborasi akan kembali digelar pada September 2023. 

Guna mengurangi pencemaran lingkungan dan memberikan edukasi terkait daur ulang sampah menjadi barang kerajinan yang bermanfaat, panitia yang tergabung dari Aliansi Komunitas Kaltara menyediakan kuota terbatas yaitu dengan menukarkan sampah dengan tiket. Hal tersebut senada dengan tema yang digaungkan yaitu Kolaborasi.

Berdasarkan data dari Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan Indonesia menghasilkan sampah 64 persen juta ton sampah plastik per tahun.

Dari 64 juta ton sampah plastik tersebut terdapat 15 hingga 39 persen juta ton sampah plastik dibuang ke laut, danau dan sungai, 10 hingga 15 persen juta ton di daur ulang dan 60 hingga 70 persennya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPS). 

Baca Juga:   Dekranasda Kaltara Bawa Delapan Desainer Muda di Ajang Fashion Show Internasional

Indonesia mendapatkan peringkat kedua penghasil sampah plastik yang dibuang ke laut terbanyak di dunia pada tahun 2017 lalu.

Leader of Event Musik Alam Fest 2k23, Irawati Tahir melalui Asrul Salam menjelaskan, dalam Music Alam Fest 2023 yang diselenggarakan 29 hingga 30 September mendatang, akan menyediakan celah kepada pengunjung dengan menukar sampah dengan tiket dengan syarat yang berlaku.

Persyaratannya seperti bungkus kopi sebanyak 10 buah, botol air mineral ukuran sebesar 10 buah. Bekas air mineral 20 buah beserta penutup.

Tidak hanya pergelaran musik dan seni, musik alam fest 2023 nantinya akan diisi dengan live ecobrick di lokasi acara yang nantinya akan dilaksanakan diskusi lingkungan dengan beberapa narasumber.

“Sampah tersebut akan dikerjakan dan diolah hingga menjadi tas, tempat tisu dan sejumlah kerajinan lainnya, hal tersebut menjadi konsen kita pada Musik Alam tahun ini,’’ tuturnya.

Hal tersebut sejalan dengan teman Musik Alam Fest 2023 yaitu Kolaborasi dan Aksi. Dengan melibatkan masyarakat yang fokus terhadap pengolahan sampah, pihaknya dapat memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa sampah yang berada di lingkungan masyarakat dapat menjadi nilai ekonomi yang menarik.

‘’Masyarakat enggan menggunakan produk dari ecobrick lantaran sudah bergantung dengan barang-barang yang bermerk,’’ ungkapnya. 

Ira mengungkapkan isu lingkungan bukan hanya pembahasan dalam skala nasional melainkan juga internasional. Hal tersebut kini menjadi persoalan di berbagai belahan dunia. Setelah dikerucutkan, panitia sepakat mengangkat isu sampah dan menjadi tema dalam rangkaian kegiatan tersebut.

“Kita menemukan Agus Triyani seorang yang mendaur ulang sampah rumah tangga sehingga dapat menghasilkan nilai ekonomi,’’ ungkapnya.

Ecobrick merupakan aktivitas meminimalisir sampah dengan mengolah plastik maupun botol hingga menjadi sebuah produk. Usai melakukan diskusi dengan panitia musik Alam Fest 2023 penggiat ecobrick akan mengisi dalam rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan di Hutan Kota Bunda Hayati, Tanjung Selor.

Baca Juga:   Hari Hijab Internasional, Momentum Akhiri Prasangka pada Islam

‘’Sebelum mengkampanyekan hal tersebut, tentu harus dimulai dari diri sendiri,’’ ujarnya.

Kini panitia Musik Alam Fest 2K23 mengkampanyekan persoalan sampah dengan melibatkan pelajar yang tergabung dalam sukarelawan dalam acara tersebut. 

‘’Nantinya kami akan mengkampanyekan hal tersebut baik di lingkungan sekolah, tempat kerja maupun lingkungan tempat tinggal,’’ demikian Ketua Panitia. (*/rls)