TITIKNOL.ID – Sebuah video yang memperlihatkan seorang anggota polisi berkeliaran menggunakan sepeda motor saat Hari Raya Nyepi, Sabtu (29/3/2025), viral di media sosial.
Peristiwa itu terjadi di Desa Adat Sumbersari, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.
Dalam video tersebut, polisi yang masih mengenakan helm dan jaket dinas itu dihentikan oleh pecalang atau petugas keamanan desa adat.
Salah satu petugas adat menyebutkan bahwa polisi tersebut diduga dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol.
Kejadian ini mendapat perhatian serius dari Polres Jembrana. Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, langsung menggelar pertemuan dengan pihak desa adat pada Minggu (30/3/2025) di Kantor Lurah Gilimanuk.
Pertemuan ini dihadiri 18 orang, termasuk Bendesa Desa Adat Gilimanuk, Bendesa Desa Adat Sumbersari, serta pecalang setempat.
Dalam kesempatan itu, AKBP Endang menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut dan menegaskan bahwa anggota polisi yang terlibat sudah diamankan.
“Pagi tadi pukul 06.00 WITA, yang bersangkutan telah dijemput oleh Propam Polsek Gilimanuk untuk dibawa ke Mapolres Jembrana. Selanjutnya, ia ditempatkan di tempat khusus guna pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.
AKBP Endang menambahkan bahwa pemeriksaan akan dilakukan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Sie Propam) Polres Jembrana, termasuk terhadap saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Jika terbukti bersalah, polisi tersebut akan dikenakan sanksi berat sesuai kode etik kepolisian.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan desa adat terkait sanksi adat.
Berdasarkan awig-awig atau peraturan adat, pelanggaran Nyepi biasanya dikenai denda berupa 100 kilogram beras.
Namun, dalam kasus ini, sanksi adat tidak diberikan karena polisi tersebut juga akan menjalani sanksi profesi dari kepolisian.
Sementara itu, Bendesa Adat Sumbersari, I Ketut Subanda, meminta agar anggota polisi tersebut membuat klarifikasi dan permintaan maaf sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya.
“Mengenai tindakan hukum lebih lanjut, kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian,” katanya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya menghormati tradisi dan kearifan lokal, terutama saat perayaan Hari Raya Nyepi yang sakral bagi masyarakat Bali. (*)












