TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares gebrak meja usai raih seri dari Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur pada Jumat 19 April 2025 sore.
Kala itu skor 1-1, PSM Makassar harus berbagi poin dengan Borneo FC Samarinda selaku tim tuan rumah.
Gol satu-satunya dari PSM Makassar sendiri, melalui drama penalti yang dieksekusi oleh Yuran Fernandes.
Terlepas dari itu, pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares sebenarnya senang dengan penampilan skuadnya namun tidak dengan hasil pertandingan Jumat sore.
“Saya kira, kita melakukan pertandingan baik, kali ini dan kedua tim memiliki peluang, namun PSM memiliki peluang lebih banyak ketimbang Borneo FC Samarinda, baik lewat korner dan seranggan,” bebernya.
Waktu itu, kata dia, Borneo FC Samarinda berhasil mencetak gol, ini adalah peluang pertama Pesut Etam.
Menurut pelatih Bernardo Tavarez, ada beberapa momen seharusnya Borneo FC Samarinda harus dihukum penalti karena pelangaran.
Momen pelanggaran tersebut clear pada babak pertama dan babak kedua.
Penyerang sayap PSM Makassar, Rizky Eka Prata, menilai penampilan PSM Makassar sudah maksimal berjuang.
“Kami bermain berdasarkan rencana pelatih dan kita memiliki beberapa peluang tapi sayang tidak jadi gol. Untuk kedepan pasti kita lebih baik lagi saat melawan Bali United, Semoga bisa menang dan didukung fans di kandang kita,” katanya.
PSM Makassar memiliki 11 tembakan hanya mencetak 1 dari penalti, ditanggapi Bernardo Tavares, Paling tidak dua penalti lagi yang seharusnya kami dapatkan.
Tapi sekarang Saya melihat bahwa orang yang kerja di belakang VAR harus ditingkatkan kualitasnya.
Mereka harus orang yang bertanggung jawab dengan pekerjaannya kenapa harus takut tmengambil keputusan.
PSM tak akan terdegradasi dengan hasil ini begitu juga Borneo FC tak akan terdegradasi dari hasil ini.
Kenapa tidak melakukan yang seharusnya dilakukan.
Standar ini ketika dibawa ke sepak bola Internasional tak baik untuk sepak bola di Indonesia.
Buat apa menghamburkan banyak uang untuk VAR jika pengaplikasiannya seperti ini.
Mereka harus memberikan respek pada yang bekerja yakni kepada pelatih, kepada pemain dan manajemen,” kata Bernardo Tavares, sembari dua kali menggebrak meja. (*)












