TITIKNOL.ID, SAMARINDA – Kemitraan antara UMKM dan perusahaan besar di Kalimantan Timur telah mencatat angka yang signifikan.
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mencatat hingga awal tahun 2025, total nilai kerja sama mencapai Rp183,28 miliar. Jumlah tersebut melibatkan 19 perusahaan besar dan 116 UMKM lokal.
Kepala DPMPTSP Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Prima Laksana, menyatakan bahwa kemitraan ini menjadi harapan baru dalam transformasi ekonomi Kalimantan Timur.
“Sinergi antara UMKM dan perusahaan besar adalah langkah strategis menuju pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada pelaku usaha lokal,” ungkap Fahmi.
Dengan capaian awal 116 UMKM yang telah menggandeng mitra usaha besar, Pemprov Kaltim optimistis bahwa target 1.000 UMKM masuk ke dalam program Jospoll berdampat terhadap ekonomi Kalimantan Timur.
Menurutnya hal itu bukan sekadar mimpi. Jika satu kemitraan mampu menghasilkan nilai Rp183 miliar, maka skala dampaknya dalam jangka panjang bisa mendorong transformasi ekonomi Kaltim secara menyeluruh.
Kalau 116 UMKM saja bisa menghasilkan Rp183 miliar, bayangkan jika jumlahnya ditingkatkan jadi 1.000.
“Dampaknya akan luar biasa bagi perekonomian kita,” kata Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji.
Sebelumnya, sebanyak 18 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) resmi menandatangani Surat Komitmen Kerja Sama Usaha (SKKU) dengan perusahaan-perusahaan besar dari sektor pertambangan, mineral, dan perkebunan sawit.
Penandatanganan ini berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Kamis 17 April 2025.
Program Jospoll yang merupakan misi strategis yang diusung Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim untuk mendorong pembinaan dan kemitraan investasi terhadap 1.000 UMKM dalam waktu satu tahun. (*)












