TITIKNOL.ID, PENAJAM – Memasuki musim angin selatan, para nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta untuk waspada ketika melakukan aktivitas di perairan.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Sukadi Kuncoro, yang mengingatkan angin yang bertiup dari arah selatan ke utara ini memicu gelombang tinggi dan membahayakan nelayan, utamanya saat bertiup dengan kecepatan tinggi.
“Menandakan musim kemarau datang dengan udara yang bertiup lebih kencang. Pastinya, nelayan harus meningkatkan kewaspadaan saat di laut,” kata Sukadi, Kamis (12/6/2025).
Ia mengimbau agar para nelayan tak abai terhadap perkembangan cuaca dari BMKG, begitu pula saat melaut disarankan membawa perlengkapan keselamatan, seperti memakai rompi pelampung.
“Waspada tidak menunggu musim, karena bencana tak hanya datang dari alam, tapi juga bisa dari human error,” kata dia.
Untuk itu, nelayan yang mau tidak mau harus bekerja di laut ditekankan pentingnya menjaga keselamatan diri mereka sendiri.
“Karena mereka ini juga mencari nafkah, tidak mungkin tidak melaut karena kebutuhan. Persiapan keselamatan sangat penting demi terhindarkan dari bahaya yang tak diinginkan,” jelasnya.
Sukadi menambahkan, puncak musim angin selatan diperkirakan pada Agustus hingga September mendatang.
“Saat ini pun sudah mulai, kemungkinan akan berakhir di tiga bulan terakhir. Selama bulan-bulan itu, nelayan harus meningkatkan kewaspadaannya,” tutup Sukadi.
(Advertorial/TN01)












