Titiknol WiKu

Mitos atau Fakta, Apakah Orang yang Lebih Sering Digigit Nyamuk Memiliki Darah Manis?

390
×

Mitos atau Fakta, Apakah Orang yang Lebih Sering Digigit Nyamuk Memiliki Darah Manis?

Sebarkan artikel ini
Banyak orang percaya bahwa jika Anda sering digigit nyamuk, itu bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki darah manis, apakah benar begitu?(Freepik)

TITIKNOL.ID – Kamu sering dikerubungi nyamuk, padahal orang-orang di sekitarmu tidak? Apakah darahmu lebih manis dibandingkan lainnya?

Terkait hal itu, ternyata ada penjelasan ilmiahnya loh.

Nyamuk rupanya tidak sembarangan memilih siapa yang akan digigit.

Dikutip bpmbkm.uma.ac.id, nyamuk betina yang melakukan gigitan dan mereka membutuhkan darah untuk menghasilkan telur. ‘

Untuk menemukan mangsa mereka, nyamuk menggunakan berbagai metode, termasuk:

1) Pengindraan Bau

Nyamuk dapat mendeteksi bau tubuh manusia, termasuk bau keringat dan karbon dioksida yang kita hembuskan saat bernapas.

Ini adalah salah satu cara utama mereka menemukan manusia.

2) Panas Tubuh

Manusia mengeluarkan panas, dan nyamuk dapat mendeteksi perbedaan suhu tubuh manusia dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya.

3) Getaran dan Suara

Nyamuk juga dapat merasakan getaran dan suara yang dihasilkan oleh tubuh manusia.

Dengan menggunakan kombinasi dari faktor-faktor ini, nyamuk dapat mengidentifikasi keberadaan manusia dan mendekatinya untuk mencari sumber makanan mereka.

Lantas, apakah nyamuk mengenal darah manis?

Jawabannya adalah tidak, karena nyamuk tidak memiliki kemampuan untuk mendeteksi darah manis atau diabetes.

Mereka tidak dapat membedakan antara darah yang berasal dari seseorang dengan kadar gula darah yang tinggi (diabetes) dengan darah dari seseorang dengan kadar gula darah normal.

Nyamuk lebih tertarik pada bau tubuh, panas, dan karbon dioksida yang dihasilkan oleh manusia daripada komposisi darah itu sendiri.

Fenomena ini bukan sekadar persepsi, melainkan didukung oleh sejumlah penelitian ilmiah yang mengidentifikasi berbagai faktor mengapa nyamuk sering menggigit satu individu daripada yang lainnya.

Sementara itu, berikut beberapa faktor yang yang membuat seseorang lebih sering digigit nyamuk daripada yang lain:

– Genetika

Kepribadian dan bau tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan beberapa orang mungkin lebih menarik bagi nyamuk daripada yang lain.

– Pakaian

Pakaian berwarna gelap atau pakaian yang longgar dapat memberi nyamuk lebih banyak tempat untuk mendarat dan mencari tempat yang cocok untuk menggigit.

– Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik dapat meningkatkan suhu tubuh dan menghasilkan lebih banyak keringat, yang bisa menjadi daya tarik tambahan bagi nyamuk.

– Aromaterapi Tubuh

Penggunaan parfum atau produk perawatan tubuh dengan aroma yang kuat juga dapat mempengaruhi daya tarik nyamuk.(*)