TITIKNOL.ID – Diabetes melitus atau dikenal dengan diabetes merupakan salah satu penyakit kronis paling umum di Indonesia.
Berdasarkan data Federasi Diabetes Internasional (IDF) pada tahun 2021, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita diabetes melitus (DM) tertinggi ke-5 di dunia, yakni sebanyak 19,5 juta penderita.
Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 28,6 juta pada 2045 bila tidak segera ditangani mengingat prevalensinya yang tinggi.
Sementara menurut catatan Kemenkes pada tahun 2023, prevalensinya mencapai 11,7 persen dan terus meningkat.
Sebagai informasi, terdapat beberapa jenis diabetes yang mungkin terjadi.
Lantas, apa saja tipe diabetes yang ada?
Dikutip dari hellosehat.com, ada 4 tipe diabetes yakni sebagai berikut:
1) Diabetes Tipe 1
Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak dapat menghasilkan hormon insulin.
Padahal, insulin dibutuhkan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.
Umumnya, diabetes tipe 1 terjadi dan ditemukan pada anak-anak, remaja, atau dewasa muda, meski bisa terjadi pada usia berapa pun.
Diabetes tipe 1 kemungkinan besar disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan patogen (bibit penyakit) malah keliru sehingga menyerang sel-sel penghasil insulin di pankreas (autoimun).
Kekeliruan sistem imun pada tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor genetik dan paparan virus di lingkungan.
Sering kali penyandang DM tipe 1 memerlukan terapi insulin seumur hidup untuk mengendalikan gula darahnya.
2. Diabetes Tipe 2
Mengutip dalam laman CDC, diperkirakan sekitar 95% kasus kencing manis adalah diabetes tipe 2.
Secara umum, jenis diabetes ini dapat menyerang siapa saja pada semua kalangan usia.
Namun, diabetes tipe 2 biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang gerak dan kelebihan berat badan.
Gaya hidup tak sehat menyebabkan sel-sel tubuh kebal atau kurang sensitif merespons hormon insulin. Kondisi ini disebut juga dengan resistensi insulin.
Akibatnya, sel-sel tubuh tidak dapat memproses glukosa dalam darah menjadi energi dan glukosa pun akhirnya menumpuk di dalam darah.
Untuk mengatasi gejala diabetes tipe 2, pasien perlu menjalani pola hidup diabetes yang lebih sehat, seperti mengatur pola makan dan memperbanyak aktivitas fisik.
Dokter juga mungkin akan memberikan obat diabetes untuk menurunkan gula darah yang tinggi dalam perawatan DM tipe 2.
3. Diabetes Tipe 3
Diabetes tipe 3 adalah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya suplai insulin ke dalam otak.
Minimnya kadar insulin dalam otak dapat menurunkan kerja dan regenerasi sel otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer.
Suatu studi dari jurnal Neurology menunjukkan risiko Alzheimer dan demensia bisa berkali lipat lebih tinggi pada penderita diabetes dibandingkan dengan individu yang sehat.
Dijelaskan dalam studi tersebut hubungan antara diabetes dan Alzheimer sebenarnya merupakan hal yang kompleks.
Penyakit Alzheimer pada penderita diabetes kemungkinan disebabkan oleh resistensi hormon insulin dan tingginya kadar gula dalam darah sehingga menyebabkan kerusakan dalam tubuh, termasuk kerusakan sel-sel otak.
Kematian sel-sel otak tersebut disebabkan otak tidak memperoleh glukosa yang cukup. Padahal, otak adalah organ vital tubuh yang paling banyak memerlukan gula darah (glukosa).
4. Diabetes Gestasional
Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Jenis diabetes ini terjadi selama kehamilan bisa menyerang ibu hamil walau tidak memiliki riwayat diabetes.
Menurut American Pregnancy Association, klasifikasi diabetes ini muncul karena plasenta ibu hamil akan terus menghasilkan sebuah hormon khusus.
Nah, hormon inilah yang menghambat insulin bekerja dengan efektif. Akibatnya, kadar gula darah Anda pun menjadi tidak stabil selama kehamilan.
Sebagian besar wanita tidak mengetahui bahwa dirinya mengalami diabetes jenis ini karena seringnya diabetes gestasional tidak memunculkan gejala dan tanda yang spesifik.
Kabar baiknya, kebanyakan wanita yang mengalami jenis diabetes ini akan sembuh selepas melahirkan.
Agar tidak menimbulkan komplikasi, ibu hamil yang mengalami jenis diabetes melitus ini perlu mengecek kesehatan dan kehamilannya secara rutin. Selain itu, gaya hidup perlu diubah jadi lebih sehat.(*)
Ketahui Jenis-Jenis Diabetes, Penyakit Kronis Penyebab Kematian Tertinggi di Indonesia












