Nasional

Presiden Prabowo Gelar Rapat Bahas Program Makan Bergizi Gratis, Sudah Layani 15 Juta Penerima Manfaat

230
×

Presiden Prabowo Gelar Rapat Bahas Program Makan Bergizi Gratis, Sudah Layani 15 Juta Penerima Manfaat

Sebarkan artikel ini
MAKAN BERGIZI GRATIS - Ilustrasi para siswa santap Makan Bergizi Gratis hasil olahan Meta AI, Selasa (4/2/2025). Saat ini Pemprov Kalimantan Timur masih menunggu petunjuk teknis, Pemprov berkomitmen mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, sukses dilaksanakan di Kalimantan Timur secara konsisten. (Meta AI)

TITIKNOL.ID – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas terkait pangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/8/2025).

‎Salah satu agenda utama dalam pertemuan ini adalah mendengarkan laporan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

‎Rapat turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, Direktur Utama Perum Bulog Rizal Ramdhani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

‎Dalam laporannya, Dadan menyampaikan bahwa hingga saat ini penerima manfaat MBG telah dilayani oleh 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia.

‎“Penerima manfaatnya sudah di atas 15 juta dan Insya Allah akan mendekati angka 20 juta,” ungkapnya usai rapat.

‎SPPG tersebut telah menjangkau 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan.

‎Program ini melibatkan kemitraan luas, mulai dari TNI, Polri, BIN, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Kadin, Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia, hingga pelaku usaha daerah. Selain 5.103 SPPG yang aktif, ribuan lainnya saat ini dalam tahap persiapan.

‎Dadan menjelaskan, satu SPPG membutuhkan biaya operasional sekitar Rp 1,5 miliar hingga Rp 2 miliar.

‎“Jika dihitung, uang yang beredar di masyarakat dari mitra sudah hampir Rp 28 triliun, dan itu bukan dari APBN, melainkan murni kontribusi mitra,” jelasnya.

‎Sementara itu, anggaran APBN yang terserap untuk MBG mencapai Rp 8,2 triliun dan difokuskan pada intervensi gizi. Adapun pembangunan fisik SPPG sepenuhnya dibiayai oleh mitra.

‎Ia juga menambahkan, implementasi MBG telah menggerakkan sektor usaha, di mana banyak restoran, kafe, hingga hotel mengubah fungsi dapurnya untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.

‎“Satu restoran yang biasanya melayani 500 porsi, kini bisa melayani 3.500 porsi yang langsung dikirim ke sekolah atau rumah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita,” ujarnya.

‎Hingga kini, terdapat 17 ribu calon SPPG yang sedang diverifikasi, dengan percepatan proses hingga 200-300 verifikasi per hari.

‎BGN juga berkomitmen memperketat standar operasional prosedur (SOP) demi menjaga kualitas makanan.

‎“Kami tingkatkan SOP mulai dari pemilihan bahan baku yang baik, memendekkan waktu masak, penyiapan, dan pengiriman. Bahkan makanan yang dikirim ke sekolah tidak boleh disimpan lebih dari empat jam agar kualitasnya tetap terjaga,” tegas Dadan. (*)